Category: Pertanian


Gb Penjual rambutan dan durian

Gb Penjual rambutan dan durian

Gb.Penjual buah rambutan dan durian di Patuk

Gb.Penjual buah rambutan dan durian di Patuk

Alkhamdulillah bulan Januari 2013 Patuk Gunungkidul panen durian dan rambutan.Tanah berpasir di beberapa desa di Patuk Gunungkidul memang sangat cocok untuk kedua buah-buahan tersebut.Bila kita akan menuju Wonosari dari araj Yogyakarta makan setelah melewati kantor kecamatan Patuk maka dipinggir-pinggir jalan banyak kita jumpai warung-warung sederhana penjual durian maupun rambutan.

Harga dibulan tersebut menjadi sangat murah sekitar tiga ribu rupiah untuk setiap kilogram rambutan,begitu juga durian lebih murah dari biasanya.Bagi wisatawan yang akan menuju obyek wisata di Gunungkidul seperti Gua Pindul, pantai Baron,pantai Kukup,P.Krakal ,pantai Sundak maupun pantai Indrayanti bisa mampir sejenak untuk membeli rambutan maupun durian sebagai bekal makan kecil di lokasi pantai.

Begitu juga bila sudah kembali dari tempat rekreasi bisa membeli buahtersebut untuk oleh-oleh keluarga dan handai taulan.Silahkan mencoba dan menikmati buah rambutan.

Bendungan kecil di kali Jambe Wareng

Bendungan di Kali NGlanteng Wareng

Kali Jambe yang terletak di Wareng Wonosari merupakan bagian sungai yang mengalir dari Wonosari sampai luweng semurup Giring Paliyan.Sejak lama disekitar kali Jambe dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dengan tanaman sayuran dan kolonjono untuk makanan ternak.Bila musim kemarau panjang kadang air sungai menjadi sedikit dan sulit untuk di ambil pakai blek ( alat pengambil air ).

Melihat kondisi ini pemerintah desa Wareng kemudian mengajukan bantuan pembangunan bendungan kepada pemerintah dan pengajuan tersebut dikabulkan .setelah bendungan kecil tersebut selesai maka masyarakat yang mempunyai lahan disekitar sungai agak tenang karena cadangan air menjadi berlimpah.Selain menjadi sarana menyediakan air untuk pertanian bagi warga sekitar bendungan tersebut juga menjadi jembatan penyeberangan bagi warga yang ingin menyeberang baik ke desa Wareng maupun ke desa Wunung di seberang sungai.

Selain di kali Jambe bendungan serupa juga dibangun di kali Nglanteng Wareng ,yang fungsi dan manfatnya juga sama dengan bendungan kali Jambe.

Semoga bendungan kali Jambe di Wareng ini bisa menjadi sarana alternatif bagi semua pihak agar masalah air di Gunungkidul bisa teratasi dengan baik

Hikmah :

 Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Gb.Bendungan Kecil Dalam proses pembangunan

Kekurangan air menjadi langganan daerah –daerah yang berbatu kapur  seperti Gunung kidul ,apalagi bila kemarau panjang mendera daerah tersebut.Hampir setiap memasuki musim kemarau berita-berita di Koran serta televise tidak lepas dari berita kekurangan air di sebagian penduduk dan daerahnya.

Beberapa setrategi ditempuh oleh masyarakat dan pemerintah untuk mengantisipasi kekurangan air tersebut dan salah satu yang saat ini mulai dikembangkan adalah dengan membuat bendungan multi fungsi di aliran-aliran sungai  yang mengalir di sebagian wilayah Gunungkidul.

Walaupun daerahnya berbatu kapur  dan berbukit-bukit tetapi tidak sedikit sungai yang membelah Gunungkidul  .Sungai-sungai tersebut akan meluap di musim penghujan tetapi akan sedikit airnya di musim kemarau.

Bendungan kecil yang multi fungsi bisa diperbanyak   di sepanjang aliran sungai yang ada.Dengan dana yang tidak terlalu besar serta teknologi sederhana bendungan kecil ini bisa bermanfaat untuk berbagai hal  antara lain:

  1. Sebagai jembatan penyeberangan di musim penghujan atau pada kondisi banjir: dengan adanya bendungan ini maka penduduk sekitarnya akan terbantu bila harus menyeberangi sungai apalagi sewaktu terjadi banjir.
  2. Sebagai penampung air sungai di musim kemarau : bila musim kemarau lubang dibawah bendungan bisa ditutup dengan papan sehingga air sungai akan memenuhi bending tersebut sampai penuh
  3. Menambah cadangan air tanah di sekitarnya : air dalam bendungan yang tidak langsung mengalir ke laut akan meresap ke samping kanan dan kiri serta ke dalam tanah sehingga secara tidak langsung menambah cadangan air tanah di sekitarnya.
  4. Menghidupkan lahan pertanian di sekitar bendungan : air yang melimpah di dalam bendungan Insya Allah akan menjadikan lahan disekitarnya menjadi produktif karena penduduk akan menanaminya dengan beraneka ragam sayuran maupun tanaman lainnya.
  5. Menghidupkan kegiatan perikanan dengan memanfaatkan air bendungan di musim kemarau: air di dalam bendungan yang penuh di musim kemarau bisa dimanfaatkan untk perikanan oleh masyarakat sekitarnya sehingga secara tidak langsung akan menambah penghasilan penduduk lewat perikanan yang ada.

Dengan banyaknya manfaat bendungan kecil tersebut maka setrategi ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi kekeringan dan kekurangan air di musim kemarau khususnya daerah-daerah yang menjadi langgganan kekeringan seperti Gunungkidul danjuga daerah –daerah lain .

Lihat gambar-gambar konstruksinya di Sini

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”

GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN

BUKAN UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Deretan bibit jati jenis JUN

Banyak penduduk Gunungkidul khususnya dan DI Yogyakarta pada umumnya bahwa di desa Banyusoco Playen Gunungkidul ada pusat pembibitan Jati dengan merk JUN kependekan dari Jati Unggul Nusantara.Jati yang merupakan komoditi kabupaten Gunungkidul yang sudah dikembangkan oleh penduduknya selama bertahun-tahun baik secara tradisional maupun dikelola secara professional oleh sebagian orang, menjadi komoditi tersendiri.Kayu Jati yang selama ini merupakan kayu kualitas tertinggi dengan harga yang tertinggi pula menjadi tabungan tersendiri bagi sebagian penduduk Gunungkidul.Hanya kelemahan selama ini bibit yang ditanampun merupakan bibit yang tumbuh alami sehingga untuk bisa dipanen membutuhkan waktu puluhan tahun minimal dua puluh tahun ke atas.Dengan menggunakan teknologi DNA dan melalui pembiakan (propagasi) vegetatif (kloning) dengan stek pucuk.dan  bioteknologi dilakukan modifikasi sistem perakaran sehingga menghasilkan akar tunjang majemuk.tanaman jati bisa dipanen dalam jangka waktu 5 tahun.

Papan Nama pembibitan jati unggul JUN

PT.Setyamitra Bhaktipersada yang bekerjasama dengan Koperasi Perumahan Wanabhakti Nusantara ( KPWN ) Kementrian Kehutanan RI membuka pembibitan Jati Unggul Nusantara ( JUN ) di Banyusoco Playen.Lokasi pembibitan seluas 5 hektar terletak di sebelah Barat bali desa Banyusoco tersebut saat ini menjadi pusat pembibitan JUN yang di distribusikan ke seluruh pelosok Indonesia bahkan ke Luar Negeri.

Selain itu penduduk  yang terserap di pusat pembibitan ini sekitar luma puluhan orang menjadi tambahan kesejahtraan tersendiri bagi sebagian penduduknya dan secara tidak langsung juga meringankan pemerintahan desa Banyusoco.

Selain melayani partai besar ke seluruh pelosok Nusantara pusat pembibitan ini juga melayani penduduk sekitarnya baik tingkat desa,kecamatan maupun kabupaten untuk partai kecil,sebab perusahaan ini pada intinya juga ingin mengangkat kesejahtraan ekonomi penduduk sekitarnya.

Sewaktu penulis bersilaturahmi dengan pimpinan di pusat pembibitan tersebut beliau bapak Ashari di kantornya,beliau menerima dengan senang hati dan mnejelaskan panjang lebar tentang pusat pembibitan JUN tersebut.Untuk saat ini ( bulan Mei 2012 ) harga perbibit pohon JUN dijual dengan harga lima belas ribu rupiah dan bila yang membeli para petani di daerah Gunungkidul harga tersebut bisa di diskon.

Bila ditanam sesuai petunjuk maka Insya Allah dalam jangka waktu lima tahun pohon jati jenis JUN tersebut sudah bisa dipanen oleh pemiliknya.

Semoga dengan adanya pusat pembibitan jati jenis JUN tersebut bisa menambah lapangan kerja serta kesejahtraan masyarakat Gunungkidul khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Bagi yang ingin lebih banyak informasi tentang Jati Unggulan Nasional ( JUN ) silahkan buka website di http://www.jatijun.com

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”

Gb.Tumpukan damen batang padi

Ternak  baik sapi maupun kambing bagi masyarakat Gunungkidul merupakan tabungan masa depan yang menjadi andalan.Hampir setiap keluarga petani yang ada di Gunungkidul memelihara sapi atau kambing dan bahkan tidak hanya satu ekor tetapi beberapa ekor di kandangnya.

Makanan ternak di Gunungkidul bila musim penghujan tidak menjadi masalah karena makanan hijauan sangat mencukupi baik pohpn jagung. Tebon, rumput kolonjono maupun tanaman yang lain.Tetapi sebaliknya bila musim kemarau apalagi kemarau panjang maka makanan ternak menjadi masalah tersendiri bagi para petani maupun peternak yang ada.Untuk itu diperlukan kiat –kiat khusus yang bisa meringankan para peternak menyediakan makanan bagi ternaknya di musim kemarau.

Salah satu kiat yang perlu diintensifkan adalah mengawtkan batang padi ( damen ) bagi para petani.Perlu diketahui bahwa damen bila musim panen padi kadang-kadang kurang pikirkan secara khusus karena keterbatasan tenaga yang ada. Fokus para petani pada saat panen adalah bagaimanan hasil panen padinya tidak membusuk karena kehujanan serta tanah yang sudah dibabat padinya lekas bisa tertanami kembali.Akhirnya batang padi atau damen kurang mendapat prioritas agar terselamatkan dan menjadi cadangan makanan ternak di musim kemarau.Karena kurang mendapat perhatian mengakibatkan banyak damen yang membusuk dan tidak bisa untuk cadangan makanan ternak.

Faktor  penghambat yang lain adalah pengetahuan para petani yang masih kurang sehingga pengelolaan batang padipun hanya secara manual dan tradisional.Pengawetan yang banyak dilakukan adalah dengan cara dijemur  pada sinar matahari.Padahal sinar matahari di muasim panen ( penghujan ) amat sangat kurang belum lagi hujan yang kadang-kadang turun tanpa tanda-tanda terlebih dahulu.Akibatnya damen yang membusuk akan semakin banyak lagi.

Diperlukan LSM atau lembaga swasta maupun pemerintah untuk memberi contoh dan mensosisalisasikan pengawetan batang padi dengan cara  fermentasi yang praktis dan tidak memerlukan tenaga yang banyak.Sampai saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian  dan peternakan belum banyak perhatiannya pada sosialisasi fermentasi pengawetan batang padi di tingkat petani.

Semoga hal ini menjadi perhatian sendiri bagi pemerintah agar para petani dan peternak bisa mengawetkan damennya dengan praktis  lewat fermentasi sehingga damen yang ada di musim panen bisa menjadi cadangan makanan ternak para petani di musin kemarau.

Hikmah :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.( Q.S 7. Al-A’raaf ayat 96

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Gb. Pohon cemara laut jenis udang di pantai Kuwaru Srandakan Bantul

Daerah pantai di Indonesia sangat panjang sepanjang keliling pulau-pulau yang ada di Indonesia.Banyak dari pantai-pantai yang ada di Indonesia menjadi langganan abrasi laut maupun kena angin laut yang sangat kencang.Akibatnya selain laut yang semakin menorok ke daratan juga banyak bangunan dan pasir laut yang rusak karena gerusan ombak serta angin laut yang sangat kencang.Untuk menanggulangi kerusakan pantai karena erosi maupun abrasi maka perlu ditempuh dengan reboisasi di pantai-pantai yang ombaknya besar dan rawan abrasi.

Salah satu pohon yang yang bisa dikembangkan untuk mengurangi erosi pantai dari angin laut dan ombak laut yang sangat besar adalah “Pohon Cemara Janis Udang”. Pohon cemara yang tidak terlalu tinggi tetapi cabang dan daunnya yang bisa mengembang kesamping dengan daun yang rimbun bisa mencegah erosi dan menahan angin laut dari lautan yang sangat luas.Selain daunnya yang sangat rimbun serta kecil-kecil bisa membuat posisi dibawahnya teras nyaman untuk berteduh.

Salah satu pantai yang sudah mengembangkan pohon cemara laut jenis ini adalah pantai Kuwaru yang terletak di desa Poncosari ,Srandakan Bantul Yogyakarata. Dari daratan pantai sekitar 2 km dengan pasir yang mudah terkenan abrasi baik ombak maupun angin laut saat ini ( tahun 2012 ) sudah tertanami pohon-pohon cemara laut jenis udang yang tumbung dengan rimbunnya.Pohon-pohon itu di tanam di sepanjang pantai dan sekaligus untuk berteduh bagi para pengunjunga dan penghalang angin laut bagi rumah dan warung-warung yang ada di sepanjang pantai.

Semoga menjadi alternatif bagi pengelola pantai di manapaun berada untuk melindungi pantainya dari ombak air laut maupun angin laut yang ada.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa


Musim panen padi di Gunungkidul  rata- rata sekali dalam setahun  walaupun di bebrapa tempat ada yang dua kali.Hal ini dikarenakan tanah yang ada sebagaian besar berupa tanah tegalan atau tanah tadah hujan.

Karena musim panen padinya bersamaan maka sebagian besar batang padi ( damen : bahasa Jawa )  banyak yang terbuang karena kehujanan dan akhirnya membusuk.Pada hal di musim kemarau satu truk damen bisa mencapai harga tujuh ratus ribu rupiah.Perlu diketahui batang padi atau damen di musim kemarau menjadi makanan ternak khusunya sapi atau lembu.

Kebanyakan petani masih secara tradisional dalam penyimpanan damen tersebut.Penyimpanan secara umum kebanyakan di jemur dahulu sampai kering baru kemudian dimasukkan kedalam lumbung damen atau “Tandho  dalam bahasa Jawa”.Penyimpanan damen dengan cara dikeringkan atau dijemur di terik matahari pada musim panen menjadi pekerjaan yang menyita banyak energi.Selain sinar matahari yang kurang bersahabat,tenaga menjemur yang perlu ekstra juga kadang-kadang secara mendadak turun hujan yang sangat deras sehingga damen yang sudah kering akan kembali basah karena kehujanan.Dengan penyimpanan secara manual tersebut maka banyak damen yang terbuang percuma karena membusuk.

Petani banyak yang belum tahu cara penyimpanan damen dengan fermentasi,sehingga menempuh penyimpanan secara manual tersebut.Perlu percontohan dan pemasyarakatan mengawetkan damen dengan system fermentasi karena selain tidak memerlukan tenaga yang ekstra, juga tidak tergantung sinar matahari serta tidak terhambat karena hujan yang terus menerus sekalipun.

Pemerintah daerah Gunungkidul lewat Dinas Pertanian perlu memberi percontohan pengawetan damen untuk makanan ternak dengan system fermentasi agar bisa membantu para petani menyediakan pakanan ternaknya di musim kemarau.

Hikmah :

“Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)”

Gb.Tanaman Markisa di Aas Teras Rumah

Pekarangan yang sempit seperti di perkotaan masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman yang menguntungkan bahkan menambah penghasilan keluarga.Salah satu contohnya adalah menanam buah Markisa di pekarangan kita .Tanaman Markisa tidak perlu memerlukan lahan yang luas bahkan di atas teras rumahpun bisa dibudidayakan tanaman ini.

Salah satu contoh budidaya tanaman markisa yang sudah dilakukan adalah pekarangan atau teras rumah bapak Sihono SPd ,seorang guru SMK Muhamamadiyah I Playen yang berdomisili di Sleman.Di atas  teras rumahnya beliau membudidayakan buah markisa. Tanaman yang di tanam di dekat teras rumahnya kemudian dirambatkan ke atas teras dan kemudian di buatkan anjang-anjang dari bambu untuk merambatnya tanaman markisa tersebut.Tanaman markisa merambat ke atas kemudian memenuhi memenuhi anjang-anjang bambu.Bila sudah masanya berbuah maka daun dan buahnya akan memenuhi anjang bambu tersebut.

Gb.Buah Markisa yang ranum di antara daun-daunya

Buah markisa yang sudah masak bisa dijual maupun dikonsumsi sendiri untuk minuman keluarga. Kandungan vitamin C nya yang tinggi akan menambah stamina dan ketahanan tubuh kita.

Silahkan mencoba memanfaatkan pekarangan kita yang sempit untuk budidaya markisa,selain menjadi perindang rumah juga menambah pendapatan keluarga dan kesehatan kita.

Hikmah:

Abdullah ibnu Mas’ud Ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdol?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Gb.Daun-daunan kering

Sampah banyak berserakan ditengah-tengah kita, baik sampah daun-daunan maupun sampah sisa sayuran dan sisa makanan.Sampah daun-daunan banyak berserakan di sekitar kita dan kadang-kadang hanya dibakar atau hanyut terbawa banjir karena hujan dan sebagainya.
Dsisi lain harga pupun pabrik kadang-kadang menjadi barang langka serta harganyapu cenderung terus naik padahal pupuk pabrik tersebut selain mahal, langka juga kurang baik terhadap kandungan tanah bila dipakai terus menerus.
Untuk menanggulangi ketergantungan petani terhadap pupuk pabrik maka perlu digalakkan pembuatan dan  penggunaan pupuk organic dari bahan baku daun-daunan yang ada di sekitar kita.Selain bahan bakunya sangat murah , mudah didapat juga kandungan kimia dari pupuk organic tidak akan merusak hara dalam tanah.
Bila pembuatan pupuk organic masih belum memasyarakat maka bisa ditempuh dahulu dengan pembuatan kompos dari daun-daunan yang ada.Daun-daunan yang ada cukup ditanam dalam lubang yang dibuat kemudian ditimbun kembali maka daun-daun tersebut akan membusuk dan sekaligus menjadi kompos yang akan menyuburkan tanah.
Bila petani sudah terbiasa menggunakan sampah dari daun-daunan yang ada untuk pembuatan pupuk organic atau kompos maka Insya Allah tanah mereka akan bertambah subur tanpa ketergantungan dengan pupuk pabrik yang juga banyak kekurangannya selain harganya mahal tentunya.

Hikmah:
“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)

Kedelai Godhog dan teh manis

Kedelai godhog camilan khas Gunungkidul yang alami dan bebas kimia yang membahayakan tubuh
Gunungkidul dimusim penghujan tahun 2012 M ini alkhamdulillah sudah mulai panen beberapa hasil bumi yang salah satunya adalah kedelai serta jagung.Dari hasil panen tersebut baik jagubg maupun kedelai akhirnya oleh masyarakat petani diolah menjadi beberapa makanan camilan .
Salah satu makanan camilan yang banyak digemari oleh masyarakat adalah kedelai godhog.Kedelai yang masih hijau tapi sudah berisi di cabut kemudian daunnya di ambil dan di ikat kemudian digodhog atau direbus beberapa saat sampai masak.Setelah masak kedelai tersebut di nginkan dan airnya dikeringkan.Nah kedelai yang sudah direbus tersebut siap dihidangkan untuk camilan bersama the manis maupun teh pahit.
Isinya yang kenyil-kenyil dan rasanya yang khas menyebabkan tidak puas-puasnya untuk terus memakannya  sampai habis.Selain murah ,praktis bagi para petani juga Insya Allah terbebas dari unsure kimia yang membahayakan tubuh kita ,terkecuali bagi yang punya penyakit asam urat memang harus membatasi agar asam uratnya tidak kambuh.
Bagi yang bukan petani pun bisa membeli kedelai godhog tersebut lewat ibu-ibu penjual makanan gendhongan yang sering berkeliling di kampong-kampung atau pun perkotaan.
Demikian makanan khas Gunungkidul karunia Allah SWT di musim penghujan ini ,semoga semakin menambah syukur kita kepada Allah SWT.

Hikmah :

“Siapa yang tidak sayang pada manusia, maka tidak akan disayang oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, dan Bukhari)