Berita di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Selasa 13 Mei 2014 tentang 15 siswi SMA swasta di Yogyakarta yang tertipu dengan berpura-pura ditawari menjadi foto model kalender , kemudian barang siwi tersebut diambil oleh penipu menjadi berita yang seharusnya diketahui oleh sekolah-sekolah  dan para siswa serta orang tua. Beberapa tahun yang lalu modus itu terjadi di Gunungkidul, Kejadiannya diawali dari beberapa orang yang bertamu ke sekolah kemudian menghubungi sekolah. Tamu tersebut menyampaikan kerjasama dengan sekolah dalam bentuk sekolah menyediakan beberapa siswa atau siswinya untuk dijadikan model salah satu majalah. Akhirnya sekolah menyampaikan informasi tersebut kepada siswa yang berminat kemudian mempertemukan siswa-siswa yang berminat untuk bertatap muka dengan tamu tersebut. Oleh tamu tersebut siswa-siswa yang berminat agar mengisi blanko yang ada dari nama, alamat, nama orang tua, sampai no HP. Setelah cukup mendata siswa yang berminat tamu minta ijin untuk melanjutkan perjalanan dan besuk paginya akan datang ke sekolah untuk pelaksanaan pengambilan gambar dan sebagainya.

Tidak tahunya pada sore harinya para siswa dihubungi lewat nomor HP nya bahwa pengambilan gambar akan dilakukan pada saat itu dan para siswa untuk memeprsiapkan segala sesuatunya di dekat Sewoko Projo Wonosari. Para siswa akhirnya datang ke Sewoko Projo kemudian oleh sang penipu siswa di ajak ke suatu salon dengan mobil mereka untuk ganti pakaian dan sebagainya. Sesampai di salon para siswa diserahkan ke pemilik salon untuk ganti busana dan make up guna keperluan pengambilan gambar. Selama para siswa melakukan rias dan ganti busana  orang tersebut minta ijin pada pemilik salon untuk mengambil sesuatu di dekat kantor Sewoko Projo dengan mobil yang dibawanya. Oleh pemilik salon orang itu diijinkan karena tidak tahu bila orang itu adalah penjahat yang licik tapi cerdas. Setelah ditunggu beberapa lama orang itu ternyata tidak kembali dan para siswa tersebut penasaran kemudian melihat tempat mereka parkir di dekat kantor Sewoko Projo tersebut. Betapa kagetnya ternyata semua barang yang ada milik siswa-siswa tersebut baik sepeda motor, tas bersisi net book , HP dalam bagasi motor bahkan sepatu sudah dibawa kabur oleh orang tersebut, Mereka baru sadar bahwa orang yang berpura-pura menawarkan jasa kepada siswa-siswa menjadi model majalah tersebut adalah penipu yang berhasil membawa barang-barang mereka .

Dengan kejadian ini maka bagi para pengelola sekolah untuk lebih berhati-hati dan waspada bila ada orang yang menawarkan jasa atau pekerjaan untuk menjadi Foto Model baik majalah atau kalender , sebab bisa terjadi mereka hanya penjahat yang akan menipu anak-anak didik kita. Kejadian di Gunungkidul beberapa waktu yang lalu ternyata terjadi di Yogyakarta pada bulan Mei 2014 dengan modus yang sama.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi sekolah, siswa , guru dan orang tua serta masyarakat akan semakin banyaknya setrategi penipuan saat ini.