Kesenian Jathilan saat ini memang baru disemarakan oleh dinas terkait sehubungan dengan pelestarian budaya saat ini. Banyka pelajar SLTP dan SLTA yang mengikuti seni Jathilan ini baik di sekolah maupun di lingkungannya , selain karena kesenangan juga sedikit banyak ditunjnag dananya oleh pemerintah.
Tetapi pengalaman kami di sekolah sering terjadi kejadian yang merepotkan sewaktu siswi yang ikut Jathilan tersebut kemudian kesurupan makhluk halus mungkin Jin atau Syetan. Kejadian tersebut antara lain sewaktu ada acara Malam Bina Iman Taqwa ( MABIT ) di sekolah siswa tersebut kesurupan dan berteriak-teriak keluar dari kelas,oleh beberapa guru , siswa yang kesurupan tersebut dibawa ke ruang UKS kemudian dengan segala kemampuan yang dimiliki dibacakan ayat- ayat suci Al-Qur’an dan ataspertolongan dari Allah SWT jin yang memasuki tubuhnya berhasil keluar atas izin Allah SWT.
Kejadian yang lain terjadi pada siswi yang lain dan kebetulan dua siswi itu baru saja mementaskan Jathilan di gunung Langgeran Patuk pada hari Ahadnya. Pada hari Senin sewaktu upacara bendera berlangsung kedua siswi tersebut kesurupan , berteriak-teriak , oleh beberapa rekan guru kedua siswi itu kita bawa ke ruang guru dan UKS dan kemudian dengan kemampuan yang ada kami bacakan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an dari pagi sekitar jam 08.00 WIB , baru sekitar jam 11.00 siang siswi itu baru sembuh dan sadar, Sewaktu orang tua kita jemput dan sesampai di sekolah ternyata orang tua tersebut menyampaikan bahwa pada hari Minggu kemarin anak-anaknya bermain Jathilan di NGLanggeran Patuk . Orang tua sebetulnya sudah melarang tetapi kedua anak tersebut tetap nekat mengikuti pertunjukan Jathilan tersebut.
Pada hari berikutnya , keduaa siswi tersebut kambuh lagi kesurupaannya dan bahkan lebih lama lagi , oleh beberapa rekan guru siswi ini kemudian dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dal Alkhamdulillah atas izin dan pertolongan Allah SWT keduanya pulih kembali. Tetapi anehnya ada satu siswi yang tadinya membantu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an sepertinya ada makluk halus yang memasuki tubuhnya. Kemudian siswi yang ketularan ini juga kita bacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan alkhamdulillah pulih seperti semula.
Dengan melihat kejadian semacam ini menurut hemat penulis kesenian Jathilan bila diikuti oleh anak –anak atau siswi pelajar banyak beresiko terjadi kesurupan dan merepotkan banyak pihak , apalagi bila kesurupannya di sekolah maka akan banyak mengganggu aktifitas belajar mengajar, Sebaiknya orang tua dan sekolah melarang anak-anaknya ikut kesenian Jathilan karena bila kesurupan hanya akan merepotlkan banyak pihak .