Musibah yang berupa sakit , kehilangan, kematian dan sebagainya bisa mendatangi kita dan siapa saja secara tiba-tiba tanpa permisi terlebih dahulu. Salah satu contohnya rekan kerja penulis mengalami musibah ini secara tiba-tiba. Pada hari Jum’at 2 Mei 2014 sekitar jam 10.00 WIB bersama –sama dengan rekan-rekan guru yang lain berombongan menjenguk putra salah satu guru yang baru pulang dari Opname di rumah sakit.
Sesampai di rumah yang putranya baru pulang dari rumah sakit, setelah menanyakan khabar dan ikut berempati atas sakit yang diderita putranya, kami menikmati minum dan snak jamuan dari tuan rumah. Dipandang cukup kami minta ijin kembali ke sekolah dengan terlebih dahulu mendo’akan putranya agar cepat kembali sehat seperti sedia kala dan bisa sekolah kembali.
Sesampai di sekolah kami melanjutkan pekerjaan masing-masing tapi beberapa menit kemudian terdengan khabar bahwa salah satu rekan yang tadi ikut menjenguk mengalami kecelakaan lalu lintas dan sudah dibawa ke UGD di Rumah Sakit terdekat. Setelah salah satu rekan menjenguk di Rumah Sakit ternyata kaki beliau patah dan harus dibawa ke Rumah Sakit khusus tulang di Solo.
Hari berikutnya kami serombongan akan menjenguk beliau tetapi ternyata karena sesuatu hal perawatan tulang yang patah tidak di Solo tetapi di Sangkal Putung “ Hajah Murni bin Haji Umar di Sruwen , Ampel Boyolali Jawa Tengah yang harus ditempuh sekitar 3 jam perjalanan menuju Rumah pengobatan ini. Semoga beliau cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala serta bisa beraktifitas kembali seperti Semula.
Ternyata musibah bisa datang secara tiba-tiba tanpa permisi menemui siapa saja.