PORNOGRAFI PERUSAK AKHLAQ DAN BUDI PEKERTI MARI KITA MEMBRANTASNYA

Kasus seorang siswi yang dibunuh setelah diperkosa di Purworejoi yang dimuat harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta 29 April 2014

Berita siswi dibununh setelah pesta miras dan diperkosa

merupakan bukti bahwa MIRAS ( minuman keras ) menjadi salah satu biang keladi atau penyebab kriminalitas bahkan pembunuhan. Dari pemberitaan tersebut pelaku rata-rata masih dibawah umur baru 14 tahuan– 17 tahun .Berdasarkan keterangan para tersangka sebelum kejadian pemerkosaan mereka melakukan pesta minuman keras di salah satu SD dan setelah mereka mabuk , mereka “menggilir ” siswi tersebut . Salah satu tersangka kemudian mengantarkan pulang , diperjalanan pemuda itu minta untuk “ dilayani “lagi tapi siswi itu brontak dan akhirnya terjadi pembunuhan terhadap siswi tersebut.
Dengan melihat kejadian pemerkosaan dan pembunuhan ini dan minuman keras menjadi penyebabnya sebaiknya komponen masyarakat dan lebih-lebih aparat pemerintah membuat peraturan tentang peredaran miras baik secara local lewat Pemerintah Daerah maupun Nasional. Bila dinas yang terkait tidak membuat peraturan tentang larangan minuman keras maka kejahatan, criminal dan pembunuhan akan semakin banyak terjadi di Negara kita.
Perlu ada payung hukum agar pembuat , pengedar maupun penjual minuman keras tidak bebas berkeliaran di Negara kita yang akan menyebabkan generasi muda kita menjadi penjahat dan pembunuh gara-gara sering mengkonsumsi minuman keras.
Mari kita dukung komponen-kompenen atau lembaga masyarakat yang akan membantu menutup pabrik pembuat minuman keras, pengedar maupun penjualnya agar anak-anak kita terselamatkan dari barang haram dan terlarang tersebut.

Hikmah :
”Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu Kalimat: “Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘Adzhim” (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung).” (HR. Bukhari)