Image
Gunung Merapi yang merupakan gunung teraktif di pulau Jawa , selain “Menakutkan “ karena awan panasnya dan letusannya , juga menjadi sarana mencari rezeki jutaan manusia di sekitarnya. Salah satu sisi yang bisa menghidupi jutaan manusia adalah pasir dari gunung Merapi yang setiap hari di ambil oleh ratusan truk dari berbagai penjuru kota di DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.
Bila kita melewati jalan menuju kecamatan Cangkringan Sleman maka bisa kita saksikan truk-truk pengangkut pasir yang tidak henti-hentinya berpapasan atau mendahului kita. Di balik truk yang mengangkut pasir tersebut ada ratusan bahkan ribuan penambang pasir di lokasi penambangannya. Para penambang tersebut juga setiap hari memerlukan makan dan minum untuk bisa terus bekerja , dan ini menjadi lapangan kerja tersendiri bagi para penjual makanan dan minuman atau warung-warung makan yang ada di sekitarnya. Warung-warung makan tersebut membutuhkan bahan makanan dan minuman untuk dimasak atau diolah dan ini menjadi sarana para petani menjual bahan makanan atau sayuran kepada pemilik warung-warung makan terseb ut.
Para pengemudi truk pengangkut pasir yang jumlahnya ratusan akan melayani para pemilik toko bangunan sehingga pemilik toko bangunan juga ikut hidup dari pasir gunung Merapi tersebut. Setelah sampai di lokasi pembangunan gedungpun ribuan tukan batu akan bekerjka bila ada pasir sebagai komponen untuk diaduk mencadi campuran bangunan. Ribuan pekerja bangunan juga terhidupi karena pasir Merapi ini .
Dari satu mata rantai pasir Merapi saja sudah jutaan manusia bisa merasakan manfaatnya dari gunung Merapi saat ini belum dari mata rantai wisata alamnya dan sebagainya. Tapi seringkah kita mensyukuri pembuat gunung Merapi yaitu Allah SWT , yang telah membantu jutaan manusia bisa hidup dan makan ?