GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN
BUKAN UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Gb. Berita di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta

Gb. Berita di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta

Negara Indonesia sepertinya banyak pejabat-pejabat yang menjadi koruptor , bila sebelumnya ketua Mahkamah Konstitusi ( MK ) suatu lembaga hukum yang seharusnya di segani oleh masyarakat tetapi ketuanya malah masuk tahanan karena menjadi tersangka korupsi dengan nominal milyaran rupiah. Saai ini di bulan April 2014 ada pejabat Negara yang menjadi tersangka korupsi lagi, tidak tanggung-tanggung pejabat tersebut adalah ketua Badan Pengawas Keuangan ( BPK ).
Seperti yang diberitakan harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta 22 April 2014 yang terhormat ketua Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) bapak H D . Menurut ketua KPK bapak Abraham Samad tersangka ketua BPK tersebut menjadi tersangka dalam kapasitasnya selaku Direktur Jendral Pajak tahun 2002-2004 sewaktu menangani permohonan keberatan pajak BCA pada tahun 1999 sebesar 5,7 trilyun sehingga dari kasus itu Negara dirugukan sebesar 375 Milyard.
Betapa mudahnya pejabat-pejabat Negara melakukan korupsi dengan nilai milyaran rupiah di negeri Indonesia tercinta ini, apa karena memang sistemnya yang membuat para pejabat bisa melakukan korupsi dengan mudah atau mental pejabatnya yang memang bermental koruptor .
Tetapi alkhamdulillah satu demi satu pejabat-pejabat yang korupsi atas ijin Allah SWT lewat KPK dengan ketua Bapak Abraham Samad bisa tertangkap , dimasukkan tahanan dan kemudian diproses secara hokum dan selanjutnya hidup terkungkung di dalam penjara.
Semoga kejadian pejabat-pejabat yang tertangkap KPK karena korupsi menjadikan pejabat lainnya sadar dan menghentikan korupsinya daripada nanti tertangkap KPK , masuk penjara serta dihujat jutaan masyarakat Indonesia. Kita doakan agar segenap anggota KPK pimpinan bapak Abraham Samad mendapatkan kekuatan dari Allah SWT untuk mengurangi koruptor-koruptor yang ada di Indonesia. Amien.

Hikmah:
“Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim)