Hikmah :
Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”

Gb. Salah satu masjid yang indah di Gunungkidul

Gb. Salah satu masjid yang indah di Gunungkidul

Masjid di Gunungkidul saat ini alkhamdulillah jumlahnya sudah ratusan bahkan ribuan karena hampir setiap dusun sudah ada masjidnya dan bahkan kadang-kadang lebih dari satu buah. Masing –masing jama’ah dan pengurus takmirnya berlomba-lomba untuk mempercantik bangunan masjidnya masing-masing. Dana yang masuk baik dari infaq Jum’at maupun infaq yang lain sebagian besar masih berorientasi untuk bangunan fisik, kegiatan non fisik belum banyak tersentuh. Ustazd-ustazd TPA yang membina anak-anak belajar membaca Al-Qur’an belum ada santunan sama sekali dan mereka terpaksa bekerja tanpa perhatian materi sama sekali bahkan ada yang setahun sekalipun belum diperhatikan oleh Takmir. Pembinaan remaja masjid juga belum ada dana khusus untuk menarik mereka menekuni kegiatan masjid seperti training-training keagamaan , motivasi dan sebaginya.
Akibat hal semacam ini maka wajar jama’ah dari golongan remaja hampir di semua masjid jumlahnya sangat sedikit sekali atau boleh dikatakan tidak ada, seharusnya pengurus takmir bisa menyisihkan dananya untuk membantuk kegiatan-kegiatan remaja masjid atau TPA sehingga mereka tertarik mengikuti kegiatan masjid . Bila kegiatan remaja masjid dan TPA tidak diperhatikan maka mereka akan tertarik kepada kegiatan-kegiatan di luar masjid sehingga sangat sulit mereka akan menjadi kader masjid yang akan menggantikan generasi-generasi tua yang saat ini sudah mendekati pension dan alam khubur.
Dengan melihat realita semacam itu maka pengurus masjid , takmir masjid dan umat Islam umumnya mulai memprioritaskan dananya untuk kegiatan-kegiatan masjid agar di masjid kita meningkat kemakmurannya , penuh dengan jama’ah sholat Fardlu , remaja masjid dan TPA nya bisa berjalan dan sebagainya. Insya Allah bila ini terealisir maka keindahan masjid akan diikuti dengan keindahan jama’ahnya dalam memakmurkan masjid kita, tetapi bila tidak makan masjid-masjid kita akan menjadi museum-musium dimana tinggal bangunanya yang berujud masjid tetapi kegiatannya tidak ada sama sekali.