GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN
BUKAN

UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

 

Berita KRjogja.com – Wiwi (30) seorang pemuda warga Sumengko RT 1, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen, tega membakar ayah kandungnya sendiri, Hadi Martanto (55), Jumat (11/4/2014). Sungguh merupakan berita yang sangat mengerikan di dunia lingkungan masyarakat saat ini. Seorang anak yang dikandung oleh ibunya 9 bulan 10 hari kemudian lahir dan dirawat siang malam sampai dewasa akhirnya dengan tega membakar ayah kandungnya sendiri. Siapa yang patut disalahkan dalam peristiwa ini patut kita renungkan bersama. Apakah lingkungan yang jauh dari moral agama karena masing-masing anggota masyarakat sudah tidak peduli terhadap pendidikan agama di lingkungannya atau orang tua yang tidak menanamkan nilai-nilai agama sejak kecil.
Peristiwa ini perlu menjadi bahan perenungan bagi para orang tua, tokoh masyarakat para pendidik dan sebagainya sebab bila semua komponen masyarakat baik orang tua, tokoh agama dan para pemimpin-pemimpin formal cuek dan lepas tangan dari pendidikan agama di lingkungan dan masyarakat yang dipimpinnya maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi anak yang menganiaya atau membunuh orang tuanya.
Bagi kita para orang tua sadarilah bahwa pendidikan agama perlu kita tanamkan kepada anak-anak kita sedini mungkin agar nilai-nilai moral mudah terekam dalam otak dan hati anak-anak kita sejak masih kecil. Bila masing-masing kita orang tua menanamkan kepada anak-anaknya tentang pendidikan agama sejak kecil maka Insya Allah ada harapan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholihah bermanfaat bagi orang tua , masyarakat dan bangsa.Tetapi sebaliknya bila para orang tua tidak peduli terhadap pendidikan agama anak-anaknya ditambah kepedulian tokoh masyarakat dan pemimpin masyarakat yang rendah terhadap pendidikan agama di lingkungannya maka peristiwa-peristiwa semacam ini bisa terjadi di lingkungan kita.
Untuk itu perlu kita tingkatkan peran kita tentang pendidikan agama sejak usia dini perlu terus kita tingkatkan baik kita selaku orangtua, selaku tokoh masyarakat maupun selaku pemimpin-pemimpin formal di masyarakat seperti Ketua RT, ketua RW, kepala dusun, kepala desa, Camat, mapun Bupati dan seterusnya. Semoga

Hikmah :
“Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)”