Gb. Peserta MABIT, Guru Karyawan SMK MUh. I Playen

Gb. Peserta MABIT, Guru Karyawan SMK MUh. I Playen

GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN
BUKAN

UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

 

Dalam rangka meningkatkan ke-Imanan dan Ketaqwaan keluarga besar guru dan karyawan SMK Muhammadiyah I Playen maka sekolah mengadakan MABIT ( Malam Bina Iman Taqwa ) yang dilaksankan sebulan sekali.MABIT yang dimulai dengan sholat Mahrib berjama’ah dilanjutkan tadarus Al-Qur’an dan sholat Isya’ berjama’ah. Bakda sholat Isya’ dilanjutkan kajian dan Tanya jawab dengan pemateri.
Putaran bulan Januari 2014 pemateri disampaikan oleh ustazd Drs H Zamari dari Wonosari. Dalam kajian putaran bulan Januari ini ustazd Zamari menyampaikan tentan g pendidikan karakter di sekolah Muhammadiyah.
Dalam tausiyahnya ustazd Zamari menyampaikan bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh watak atau bawaan yang dibawa sejak lahir. Kepribadian bawaan ini mempunyai banyak kelemahan karena berbagai factor. Untuk itu pendidikan karakter merupakan penyempurnaan dari watak bawaan yang kurang baik tersebut agar berubah menjadi lebih baik.
Type kepribadian manusia digolongkan menjadi empat macam yaitu : Koleris, Sanguinis, Phlegmatis dan Melankolis.
Type Koleris atau sering disebut SI Kuat mempunyai sifat –sifat antara lain : Mandiri, tegas, berapi-api, suka tantangan dan merupakan Bos atas dirinya sendiri.Kelemahan dari type Koleris ini adalah terkesan tidak peduli terhadap lingkungan dan terkesan kasar .
Type Sanguinis mempunyai cirri –ciri : Praktis , ceria , suka kegiatan social, bersenang-senang serta suka kejutan. Kelemahan type jenis ini adalah susah diajak serius.
Type Phlegmatis mempunyai cirri-ciri : Suka bekerjasama, menghindari konflik,menjadi teman bicara yang enak, menyukai yang pasti dan tidak suka perubahan mendadak.Adapunkelemahan type ini adalah terkesan pasif dan agak susah diajak melangkah yang pasti.
Type Melankolis mempunyai cirri-ciri : Suka sesuatu yang detail, suka kegiatan rutin, suka instruksi yang jelas, bisa menyimpan kemarahan. Adapun kelemahannya adalah apa yang dikatakannya belum tentu sesuai dengan apa yang ada di hatinya.
Dengan melihat kelemahan dan kelebuhan dari watak-watak bawan tersebut maka perlu dilaksanakan pendidikan karakter. Pendidikan karakter dilaksankan lewat pemberian pengetahuan kemudian tindakan penyadaran dan akhirnya menjadi tindakan yang menjadi kebiasaan sehari-hari.
Bila pendidikan karakter ini bisa dilaksanakan harapannya Isya Allah warga sekolah menjadi insane kamil yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.
Agar pendidikan karakter ini bisa berhasil maka diperlukan kerjasama antara semua komponen sekolah baik isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian maupun kualitas hubungan antar warga.

Selain itu pengelolaan mata pelajaran , pengelolaan sekolah dan kegiatan ko-kurikuler perlu terus ditingkatkan, begitu juga pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan dan etos kerja seluruh warga sekolah terus ditingkatkan.
Hal lain yang sangat menentukan lainnya adalah pembiasaan perilaku sehari-hari warga sekolah dalam berbagai bidang seperti keagamaan, kepemimpinan , keteladanan dan kedisiplinan.
Bila hal-hal tersebut terus menerus dilaksanakan insya Allah akan terbentuk warga sekolah yang mempunyai karakter yang baik dengan cirri-ciri :
1. Bertakwa
2. Bertanggung jawab
3. Disiplin
4. Jujur
5. Kreatif
6. Mandiri
7. Rasa ingin tahu
8. Rendah hati
9. Cinta sesama
10. Kerja keras
11. Sikap yang baik
12. Tasamuh/toleran
13. Semangat kebangsaan
14. Menghargai
15. Bersahabat
16. Cinta damai
Demikian sekilas tausiyah ustazd Drs H Zamari pada acara MABIT keluarga SMK Muhammadiyah I Playen putaran bulan Januari 2014 dengan tema “ Pendidikan karakter di sekolah Muhammadiyah “

Hikmah:
“Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir dan melimpah dekat pintu rumah seseorang yang tiap hari mandi di sungai itu lima kali.”(HR. Bukhari dan Muslim)