Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang Merusak Generasi Muda Harapan Bangsa

Berita di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta Sabtu 5 April 2014 tentang aborsi yang dilakukan oleh sepasang mahasiswa yang belum menikah dan kemudian melakukan perzinaan dan hamil tetapi kemudian kepala bayi tertinggal di dalam rahim menjadi perhatian bagi para remaja. Kebiasaan para remaja untuk berpacaran saat ini , besar kemungkinan terjadi perzinaan karena faktor pendukung sangat luas. Alat konstrasepsi bisa didapatkan di supermarket -supermarket dengan mudah bahkan gratis, kontrol orang tua dan masyarakat semakin lemah, sarana pacaran semakin canggih baik hand phone maupun losmen-losmen yang murah banyak tersedia.

Hal-hal tersebut sangat memudahkan sepasang remaja yang berpacaran dan kemudian melakukan perzinaan.Tetapi yang perlu di ingat perzinaan adalah perbuatan terkutuk yang akan langsung di azab oleh Allah SWT bagi para pelakunya. Dosa perzinaan yang baru terampuni bila sepasang remaja tersebut dirajam 100 kali menandakan bahwa perzinaan sangat besar dosanya di hadapan Allah SWT.

Untuk itu bagi para remaja hindarilah pacaran karena pacaran akan menjurus pada perzinaan dan perzinaan bisa terjadi kehamilan yang akan menghancurkan harga diri kita , orang tua dan masyarakat lingkungannya karena menanggung aib akibat hamil padahal belum menikah.Jangan sampai kita menerima peristiwa  atau kasus seperti yang terjadi di Aliyan Kebumen pada peristiwa mau aborsi karena hamil di luar nikah kemudian kepala bayi tertinggal di dl dalam rahim. Sudah sakit , masuk rumah sakit , malu besar kemungkinan masuk penjara. Inilah balasan dan azab Allah bagi para pezina di dunia saja , apalagi dikaherat kelak.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)