Kami sekeluarga sudah bersepakat untuk menghiupkan televisi hanya pada jam setengah lima sore sampai menjelang sholat Maghrib kecuali acara-acara pengajian dan hari Ahad. Hal ini selain untuk menlindungi anak-anak dari acara -acara televisi yang tiak mendidik juga agar waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif.

Pas bersamaan dengan silaturahmi ke tetangga yang sedang sakit, saya melihat dikeluarga tersebut menghidupkan televisi dan yang dilihat adalah salah satu acara sinetron. Masya Allah acara sinetron secara sekilas hanya berupa adegan-adegan pertengkaran antar anggota keluarga dan kata-kata yang tidak pantas ditiru oleh anak-anak. selain itu penampilan bintang sinetronpun tidak pantas untuk ditiru orang yang masih memegang adat ketimuran seperti Indonesia apalagi ditinjau dari akhlaq agama Islam Remaja putri dengan celana jean yang diatas paha dengan ketat , berlenggang lenggok di jalan raya dan sebagainya.Adegan pacaran yang sangat menyesatkan juga banyak ditampilkan di cerita sinetron tersebut.

Sinetron tersebut kemungkinan ditonton oleh jutaan remaja di Indonesia , dan besar kemungkinan mereka akan meniru apa yang menjai adegan-adegan di layar televisi tersebut. Bila itu mereka lihat setiap saat maka besar kemungkinan mereka beranggapan memakai celana pendek , ketat bahan jean , berciuman dengan pacar dan sebagainya merupakan hal yang lumrah dan bisa ditiru oleh mereka.

Maka menjadi hal yang lumrah bila remaja sekarang sebagian besar rusak moralnya dalam berpakaian, bergaul dengan lawan jenis dan sebagainya, dan salah satu penyebabnya adalah acara-acara sinetron televisi yang tidak bermoral dan kurang mendidik.Untuk melindungi anak-anak kita maka waspadalah terhadap acara-acara sinetron yang negatif tersebut untuk tidak kita tonton, dan sebaiknya lembaga sensor baik dari pemerintah maupun lembaga independent perlu bekerja lebih giat untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari kerusakan moral yang lebih parah .