Tahun 2014 merupakan tahun politik , kata sebagian orang, karena pada tahun itu akan dilaksanakan pemilihan umum untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di DPRD kabupaten, DPRD Propinsi maupun DPRD Pusat. Gaji dan fasilitas yang menggiurkan serta status sosial yang tinggi membuat sebagian anggota masyarakat mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPR yang terhormat tersebut.

Mendekati hari-hari pencoblosan hampir disetiap pinggir jalan terpampang gambar-gambar calon anggota legislatif dengan foto-foto tersenyum dan penuh simpati, janji-janji pun mereka tulis untuk menarik simpati masyarakat. Tidak hanya sekedar janji bahkan uang bensin untuk para peserta konvoi kampanye pun  mereka bagi-bagikan agar kampanye lebih semarak.

Menurut berbagai surat khabar untuk kampanye bagi anggota DPR pusat tidak akan kurang dari nilai satu milyard rupiah, suatu angka yang belum bisa dibayangkan oleh seorang guru swasta.Bila caleg tersebut jadi perhitungan sementara mereka akan mendapatkan gaji dan fasilitas dengan nominal  lima milyard rupiah berarti akan ada keuntungan empat milyard rupiah.

Sebaliknya bila tidak jadi maka uang satu milyrd rupiah tersebut sudah tidak akan kembali ditambah rasa malu maupun dongkol.Jumlah caleg yang mengikuti peilihan umum bisa 4 kali lipat dari jumlah caleg yang jadi sehingga perhitungan kasar caleg yang tidak jadi ada empat kali lipatnya dari caleg yang jadi.Bila caleg yang tidak jadi tersebut tidak disertai Iman dan mental yang kuat maka bisa terjadi mereka akan stress karena kecewa, semoga tidak banyak caleg yang stress nantinya