Peran serta  aparat pemerintah dalam pendidikan anak dan remaja secara langsung

Peran serta aparat pemerintah dalam pendidikan anak dan remaja secara langsung

PEMBAGIAN KONDOM SECARA GRATIS PROGRAM KEMENTRIAN KESEHATAN BERARTI MENGHANCURKAN GENERASI MUDA INDONESIA SERTA MENGUNDANG  MUSIBAH DAN BENCANA DARI ALLAH SWT

Hampir semua komponen masyarakat , baik sekolah orangtua maupun aparat pemerintah dari dukuh . kepala desa, camat , bupati gubernur sampai presiden sepakat bahwa tujuan pendidikan bagi anak-anak kita dan sekolah adalah menjadikan mereka generasi yang trampil cerdas beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Karena semua komponen masyarakat sepakat akan tujuan tersebut idealnya mereka ambil bagian dari proses pendidikan tersebut sesuai dengan kapasitas dan peran mereka masing-masing.Tetapi yang kita rasakan saat ini hanya sebagian kecil dan masyarakat dan pemerintah ambil bagian dari peran tersebut akibatnya harapan dan cita-cita menjadikan para pelajar yang beriman dan bertaqwa seperti cita-cita yang tinggi melangiit tetapi kaki tidak menginjak tanah, alias sesuatu yang mustahil.
Di sekolah para siswa diberi materi-materi pelajaran yang meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan pendidikan agama yang meningkatkanketaqwaan tetapi setelah keluar dari halaman sekolah mereka sudah liar dan seolah-olah predikat pelajar sudah dilepas sejak mereka keluar dari halaman sekolah.Para orangtuapun karena tuntutan kebutuhan hidup yang semakin meningkat tidak sempat memperhatikan dan mengontrol anak-anaknya sehingga perilakunya menjadi anak yang bertindak semaunya sendiri . Masyarakatpun juga sudah sangat kecil kepeduliannya untuk mengontrol dan memperhatikan anak-anak tersebut di lingkungannya , budaya cuek sudah semakin menyebar di kalangan anggotamasyarakat kita.
Aparat pemerintahan baik dari dukuh, lurah atau camat dan seterusnya kelihatannya melihat lingkungan pelajar atau remaja semacam itu kebanyakan mereka memfonis itu bukan tugas mereka tetapi tugas sekolah , guru atau guru agama ustazd dan sebagainya. Padahal setelah keluar dari sekolah anak-anak itu menjadi anggota masyarakat dimana pemimpin-pemimpin formal yang ada baik dari dukuh lurah dan seterusnya mempunyai kewajiban untuk membina maupun melindunginya. Dan pembinaan dari aparat pemerintah tersebut saat ini sangat kecil sekali dilaksankan.Akibat dari semua ini maka para pelajar saat inisebagian besar menjadi pelajar yang brandalan, thongkrongan balapan motor minuman keras dan sebagainya.
Bila hal ini terus-menerus terjadi dimana orangtua sudah tidak sempat memperhatikan anaknya di rumah, pimpinan-pimpinan masyarakat baik formal maupun non formal sudah lepas tangan maka generasi yang akan datang sebagian besar akan menjadi generasi yang rusak dan menjadi beban keluarga serta masyarakat sangat jauh dari harapan kita bersama: Generasi yang cerdas terampil beriman dan bertaqwa.
Mari bila kita menjadi pemimpin di masyarakat baik format seperti dukuh , lurah , camat dan seterusnyamengambil bagian dalam pembinaan generasi muda saat ini , bila kewajiban membina generasi muda tidak kita laksankan maka kemungkinan dosa yang kita dapatkan alias jabatan kita akan mendorong kita ke nerakan karena kita lepas tangan dalam membina generasi muda saat ini.

Hikmah:
“Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya”. (HR. Bukhari).