Berita dibeberapa media baik cetak maupun elektronik tentang seorang pejabat negara di Indonesia Sekretaris Mahkamah Agung yang menikahkan putranya dan kemudian membagikan souvenir Ipod senilai limaratus ribu rupiah kepada dua ribu lima ratus tamu undangan sungguh berita yang menarik untuk rakyat kecil. Harga Ipot tersebut bila dihitung seharga Rp 1.250.000.000 ( satu seperempat milyard rupiah ) suatu angka yang fantastis besar bagi rakyat kecil pada umumnya  apalagi hanya bagian kecil dari kebutuhan pernikahan atau hajatan yang berupa pembelian souvenir.

Bila uang itu memang milik pribadi dari hasil yang halal , sebaiknya kita tidak menunjukkan kemewahan yang berlebihan dihadapan rakyat kecil yang untuk makan  , berobat ke rumah sakit  dan kebutuhan lainnya sangat kesulitan. Di masyarakat kita masih banyak rakyat yang belum punya tempat tinggal atau terpaksa tinggal di gubuk-gubuk reyot di bantaran sungai atau sekitar rel kereta api. Cobalah sekali-kali bapak-bapak berkeliling di sekitar sungai Ciliwung atau sekitar rel kereta api di Jakarta , bila bapak-bapak masih mempunyai nurani maka bapak-bapak akan trenyuh melihat kehidupan mereka, terkecuali bila hati nurani bapak sudah ” Mati ” .

Bila uang itu dari hasil yang tidak qalal maka berarti bapak -bapak memakan uang rakyat yang seharusnya untuk kesejahtraan mereka.Bila bapak-bapak yang di atas saja korupsi maka mana mungkin akan membrantas korupsi di bawahnya dan akhirnya kebiasaan korupsi menjadi mengakar di Indonesia.

Semoga bapak-bapak pejabat negara di Indonesia tidak membiasakan kebiasaan korupsi atau tidak membudayakan pamer kekayaan di depan rakyat miskin yang untuk makan dan tiduk saja susah