Gb. Gapuro masuk pantai

Gb. Gapuro masuk pantai

Pantai Baron di Gunungkidul yang sangat terkenal di seluruh Nusantara dan sangat banyak pengunjung siang hari khususnya hari sabtu dan Ahad ternyata di malam hari sangat sepi.Sewaktu penulis mampir dari silaturahmi ke jama’ah dusun Sumber desa Planjan Saptosari atas inisiatif seorang teman ngaji, memasuki pantai ternyata sangat sepi dan sunyi, hanya ada beberapa warung makan yang buka menunggu sekiranya ada pembeli yang datang.

Karena sepi mobil kami bawa mendekati pantai sekaligus menikmati pasir pantai di malam hari.setelah kami turun kami serombongan menuju ke deretan kapal-kapal nelayang yang berjejer di pinggir pantai.Kami menikmati pantai yang saat itu bersamaan dengan bulan purnama, sehingga ombak air laut terlihat samar-samar. Di atas perbukitan terlihat menara yang menyorotka lampu petunjuk bagi para nelayan yang mungkin berada di tengah laut. Sinar yang terlihat dari atas Palangracuk terlihat agak terang dimana di lokasi tersebut terdapat pembangkit Listik tenaga Ombak.

Kami kemudian berfoto sejenak sambil disinari lampu senter, kemudian kembali ke mobil,sambil berjalan kami mencoba berdiskusi , ternyata pantai yang hanya berupa cekungan laut berpasir tersebut saat ini menghidupi jutaan manusia mulai dari nelayan, penjual makanan, pembuat perahu dan jaring, pengrajin kerang tukang parkir penjual ikan, bus  pariwisata dan masih banyak lagi.tetapi kadang-kadang kita lupa kepada sang pencipta pantai Baron yaitu Allah SWT,sehingga yang seharusnya ke pantai selain menikmati keindahan alam juga untuk menambah rasa syukur kita pada Allah SWT , saat ini malah kadang-kadang dipakai untuk pacaran, bahkan melakukan perzinaan .Semoga para pelakunya segera sadar dan mengubah perilakunya untuk taat pada Allah SWT.

Selesai berdiskusi sambil berjalan kami serombongan kemudian menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Wonosari.

 

Hikmah :

”Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah)”. (HR. Ahmad)