Image

Gb. siswa sedang berdiskusi pada kegiatan kelompok belajar

Banyaknya kenakalan remaja dan pelajar saat ini menjadi  berita baik di surat kabar maupun televise dan media lainnya. Salah satu penyebab dari kenalakan –kenakalan tersebut selain factor lingkungan , orang tua juga disebabkan tidak ada ikatan emosional ( hati ) antara siswa dengan guru serta orangtua murid.

Gb. Makan bersama setelah belajar

Gb. Makan bersama setelah belajar

Berdasarkan pengalaman penulis dan sekolah melaksanakan program kelompok belajar yang dipantau langsung ke rumah-rumah siswa ,maka pembentukan kelompok belajar merupakan salah satu kegiatan mengurangi kenakalan siswa atau pelajar.

Dengan adanya kelompok belajar  maka setiap kelompok yang terdiri 5 atau 6 siswa setiap minggunya akan bersilaturahmi ke salah satu anggotanya, begitu juga guru pembimbing juga akan menyertainya. Di rumah salah siswa maka ikatan antara siswa satu dengan siswa lainnya akan lebih akrab, begitu juga antara siswa dengan guru pembimbing dan orang tua siswa. Biasanya di rumah siswa mereka akan menyediakan minuman dan sneck bahkan makan dan siswa, guru pembimbing maupun siswa akan menikmati bersama secara santai.Hal ini akan meningkatkan ikatan batin antara siswa dan guru pembimbing, begitu juga keluarga siswa mau tidak mau akan ngobrol dan beramah-tamah dengan siswa maupun guru pembmbingnya.

Gb. foto bersama orang tua

Gb. foto bersama orang tua

Manfaat lainnya , masyarakat akan melihat dari dekat kegiatan belajar siswa sehingga menambah nilai positif dari sekolah dimana kita mengajar yang otomatis akan mengakrabkan sekolah dengan masyarakat.

Untuk itu bagi sekolah –sekolah yang selama ini belum memrogramkan kelompok belajar bagi siswanya bisa mencoba program ini ,Insya Allah sangat bermanfaat bagi siswa , guru, orangtua dan masyarakat .Selamat mencoba

Hikmah:

 

“Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)