Berita harian Kedaulatan Rakyat , Kamis 20 Februari 2014 tentang rencana pemotongan insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2014. Dana dari anggaran APBN terpaksa di pangkas menurut bapak Heru Pranowo MPd Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia ( Himpaudi ) karena untuk mebiayai Pemilu.

Ada sekitar 2.500 guru PAUD yang kemungkinan akan dipangkas tunjangan insentifnya atau tidak menerima sama sekali.Sebagai seorang pendidik yang sedikit banyak mengetahui kesejahtraan guru PAUD di Gunungkidul , penulis merasa prihatin dan sedih, dimana hampir sekolah yang menyelenggarakan pendidikan PAUD di Gunungkidul tidak mungkin menarik biaya dari orangtua untuk kesejahtraan guru PAUD. Selama ini salah satu kesejahtraan guru PAUD di Gunungkidul hanya berasal dari insentif pemerintah sebesar kuranglebih Rp 150.000 perbulan. Uang sebesar itu bagi guru PAUD di Gunungkidul sangat berarti karena untuk operasional beli bensin dan sebagainya.

Bagi politikus atau anggota DPR uang seratus lima puluh ribu tidak ada artinya karena selain gaji besar, tunjangan dan fasilitas kantor juga besar bisa bernilai juataan atau puluhan juta rupiah.Untuk itu bila ada rencana pemerintah akan memangkas insentif guru PAUD di Gunungkidul pada tahun 2014 ini sungguh suatu tindakan yang menyengsarakan guru PAUD yang ada di Gunungkidul. Selain menyengsarakan juga suatu tindakan yang Dzolim atau menganiaya bagi pejuang-pejuang guru PAUD di Gunungkidul. Dan tidak ada satu penganiayaanpun yang tidak dibalas oleh Allah SWT melainkan akan ditimpakan musibah pada pemberi keputusan tersebut.

Semoga pihak yang terkait mempertimbangkan rencana pemangkasan insentif guru PAUD di Gunungkidul pada tahun 2014 ini, dana Pemilu Insya Allah bisa di ambilkan dan dari sumber lain.