PEMBAGIAN KONDOM SECARA GRATIS PROGRAM KEMENTRIAN KESEHATAN BERARTI MENGHANCURKAN GENERASI MUDA INDONESIA SERTA MENDATANGKAN MUSIBAH DAN BENCANA DARI ALLAH SWT

Bila kita ke Banyumas atau Purwokerto Jawa Tengah belum sempurna bila kita tidak mengunjungi wisata alam Batu Raden.Batu Raden merupakan obyek wisata pegunungan yang terletak di bawah gunung Slamet Jawa Tengah. Udara yang sejuk bisa kita nikmati di lokasi wisata ini dengan rata-rata 18 -25 derajat Celcius.Luas keseluruhan kawasan obyek wisata Batu Raden sekitar  16,5 Ha, dengan luas lahan investasi 4 Ha. Status tanah adalah HPL (hak pengelolaan) Pemerintah Daerah (Pemda).

Gb. Pemandangan setelah pintu masuk

Gb. Pemandangan setelah pintu masuk

Batu Raden terletak di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 meter di atas permukaan laut.Perlu diketahui bahwa gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Lokasi obyek wisata ini berada di sebelah utara dan berjarak sekitar 14 km dari Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Selain menikmati keindahan alam di lokasi wisata alam  Batu Raden juga ada aneka ragam jenis obyek wisata yang ditawarkan anatar lain Curug Gede, Pancuran Pitu, Pancuran Telu , Wana wisata, Telaga Sunyi dan Taman Kaloka Widya Mandala.

Bila kita ingin ke lokasi bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum,dari Kota Purwokerto perjalanan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit. Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dari terminal Kebondalem Purwokerto menuju lokasi wisata Batu Raden.   Sekiranya kita ingin menginap di lokasi wisata Batu Raden juga banyak villa, wisma maupun hotel untuk tempat istirahat.

Kios-kios cinderamata, yang menjajakan sejumlah barang, seperti pakaian, sepatu, sandal, jaket, mainan anak-anak, dan asesoris-asesoris lainnya termasuk makanan khas Banyumas dan Purwokerto yaitu Gethuk Goreng yang sudah terkenal ke berbagai penjuru .

Mari bila ke Purwokerti jangan lupa mampir di wisata alam Batu Raden.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)