Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

Program Kementerian  kesehatan Republik Indonesia Ibu Nafsiah Mboi dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta salah satu produsen kondom.tentang Pekan Kondom Nasional yang dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 7 Desember 2013 merupakan program merusak generasi muda serta bangsa Indonesia dimasa sekarang atau yang akan datang.

Dengan alasan apapun termasuk upaya mencegah meluasnya pengidap AIDS , pembagian kondom secara gratis akan menjadi pemicu para pelajar SMP , SLTA dan mahasiswa untuk melakukan seks bebas atau perzinahan .karena mereka tidak mempunyai rasa kuatir akan hamil maupun terkena virus AIDS. Selain tidak ada rasa kuatir akan hamil maka para pelajar tersebut akan menjadi ketagihan terhadap perzinahan sehingga konsentrasi belajarnyapun akan pudar . Pembagian kondom  di lingkungan kampus dimana kampus merupakan lingkungan pendidikan yang harus menjunjung tinggi aqlak serta budi pekerti siswa menjadikan pelajaran moral dan agama akan tidak berefek sama sekali .Guru dan dosen yang mendidik siswa dan mahasiswa untuk mempunyai aklaq dan budi pekerti menjadi hilang dan menguap karena sebagian siswa dan mahasiswa kemudian mendapatkan kondom gratis tersebut.Siapa yang bisa mengawasi para pelajar dan mahasiswa dengan kondom yang sudah berada di tangan untuk tidak menggunakannya.

Bila tujuan pembagian kondom itu untuk meluasnya wabah penyakit AIDS seharusnya yang perlu dikampanyekan untuk tidak tertularnya penyakit AIDS adalah dengan memasyarakatkan pernikahan dan setia pada pasangan ( suami istri ).Padahal perzinahan sangat dikutuk oleh Allah SWT dan AZAB-NYA akan langsung ditimpakan kepada bangsa atau penduduk yang melegalkan dan melakukan  perzinahan.

Ada beberapa tokoh yang dilihat secara rasional dan sekilas mendukung pembagian Kondom  ini secara gratis antara lain:

Sekretaris Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Banyumas, bapak Budi Pramono  mengaku akan terus melakukan bagi-bagi kondom gratis meskipun tidak dalam Pekan Kondom Nasional.
Hal senada disampaikan juga oleh Koordinator sub sub resection LPPLSH Bapak Rahman Arif Gunawan. Menurutnya, saat ini solusi untuk kasus HIV yakni dengan menggunakan kondom.

Bagi tokoh atau masyarakat yang penghayatan agamanya kurang , alas an pembagian kondom gratis memang rasional dan sepertinya masuk akal. Tetapi bagi orang atau masyarakat yang sudah menghayati agama dengan benar maka penyakit AIDS itu timbul karena terjadinya seks bebas yang sangat dikutuk oleh Allah SWT, sehingga penanggulangannyapun dengan cara penghapusan seks bebas, bukan dengan pembagian kondom gratis yang akan memicu seks bebas merajalela.

Sudah banyak yang menolak secara langsung tentang proyek pembagian kondom dengan dana DUA PULUH MILYARD RUPIAH  ini antara lain PBNU, Muhammadiyah, Muslimat NU,Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Fraksi PPP, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait, remaja muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Koordinator Lajnah Khusus Sekolah (LKS) Surabaya Muslimah HTI Ustazdah Siti Zulaikha, Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (Aila) Ustazd Bachtiar Nasir.

Semoga langkah Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tidak meneruskan program penghancuran generasi muda dan bangsa ini baik sekarang maupun yang akan datang.