Kebutuhan hidup yang semakin meningkat sejalan dengan berjalannya waktu ditambah persaingan di dunia kerja yang semakin keras memerlukan kecermatan dalam bertindak mengatur ekonomi keluarga.Salah satu bagian dari mengatur ekonomi keluarga adalah

menabung, dengan menabung maka kebutuhan tak terduga dimasa yang akan datang bisa diantisipasi sedini mungkin.

Tabungan yang banyak dilaksanakan sebagian masyarakat saat ini adalah menabung di BANK  maupun BMT dengan mata uang rupiah.Banyak Bank yang setiap bulannya selain memotong untuk administrasi juga memotong pajak bagi para penabung, sehingga jasa dari Bank harus dikurangi administrasi dan pajak, belum lagi nilai Rupiah yang semakin melemah karena inflasi maupun nilai Rupiah yang terus melemah bila dihargai dengan mata uang dunia yaitu Dollar Amerika Serikat.

Dengan analisa yang sederhana ini maka walaupun jumlah nominal Rupiah tabungan kita di Bank kelihatannya bertambah tetapi harganya semakin menurun. Sepuluh juta rupiah pada tahun 2000 sudah tidak sebanding dengan sepuluh juta rupiah di tahun 2014.

Untuk mengantisipasi menurunnya nilai tabungan kita dalam jangka panjang  salah satu cara yang bisa kita laksanakan adalah menabung dengan mata uang DINAR atau DIRHAM. Mata uang DINAR terbuat dari emas sedangkan mata uang DIRHAM terbuat dari perak. Emas dan perak merupakan logam mulia yang Insya Allah tidak akan menurun nilainya maupun harganya, bahkan bila dirupiahkan dalam jangka panjang nilainya sangat meningkat.

Bukti GrafikMata uang DINAR terhadap Rupiah dari tahun ke tahun selalu meningkat ,hal ini bisa dilihat pada grafik di bawah ini:

Gb. Grafik harga Dinar terhadap Rupiah dari tahun 2005 s/d 2013 ( Sumber :http://www.geraidinar.com )

Dengan melihat grafik sederhana tersebut harga mata uang Dinar pada tahun 2005 sekitar Rp 500.000 maka pada tahun 2013 harganya menjadi sekitar Rp 2.000.000 berarti dalam kurun waktu 8 tahun harga Dinar naik empat kali lipat bila kita jual kembali dalam harga rupiah.

Dengan melihat analisa sederhana tersebut maka menabung mata uang DINAR akan lebih menguntungkan dibandingkan menabung dengan mata uang Rupiah dalam jangka panjang.