GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN

BUKAN UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Gb. Ustazd Ngajiran ,ketua panitia menyampaikan sambutan

Gb. Ustazd Ngajiran ,ketua panitia menyampaikan sambutan

Gb. sebagian jama'ah bapak-bapak

Gb. sebagian jama’ah bapak-bapak

Dalam rangka menggerakkan dakwah di desa Gari khususnya dan Gunungkidul pada umumnya , yayasan Perisai Tauhid Yogyakarta bekerja sama dengan PHBI desa Gari, BMT “ AMAL RIZKI “ Kepek Wonosari serta SMK Muhammadiyah I Playen  mengadakan pengajian akber di masjid Darsu-Salam dusun Gatak desa Gari  Wonosari Gunungkidul.

Pengajian akbar dilaksanakan pada hari Ahad  12 Mei 2013 dari pukul 09.30 – 12.00 WIB.Ketua panitia ustazd NGajiran dalam sambutannya  menyampaikan kepada para hadirin agar segenap umat Islam selalu meningkatkan aqidah sehingga tidak tergiur akan iming-iming dari non muslim sehingga akhirnya keluar dari agama Islam.

Pengajian inti disampaikan oleh Ustazd WR Lasiman MA dari Pondok Pesantren Perbandingan Injil –Al-Qur’an Al Hawariyun Cangkringan Sleman Yogyakarta.Dalam pengajiannya beliau selain menyampaikan kronologis jalan hidupnya dari Pendeta Katolik sampai akhirnya mendapatkan hidayah dan masuk Islam juga mengajak kepada segenap hadirin yang ada agar waspada terhadap gerakan Pemurtadan di Gunungkidul khususnya dan Indonesia pada umumnya.Perlu diketahui bahwa senjata pemurtadan para misionaris selain sembako, bea siswa, bantuan ekonomi lainnya juga lewat pernikahan baik secara alamiah maupun dengan cara dihamili terlebih dahulu.

Gb. Ustazd WR Lasiman MA memberikan tausiyah

Gb. Ustazd WR Lasiman MA memberikan tausiyah

Sekitar jam duabelas siang pengajian ditutup oleh ustad Lasiman dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan ramah-tamah dengan pengurus PHBI desa Gari Wonosari.

Demikian sekilas acara pengajian Ahad Legi di masjid Darus-Salam dusun Gatak desa Gari Wonosari Gunungkidul, semoga menjadi sarana dakwah membentengi aqidah dari gerakan misionaris di Gunungkidul pada umumnya.

 

Hikmah :

“Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)”