MIRAS PERUSAK MORAL GENERASI MUDA
MARI BANTU MEMRANTASNYA

Gb. Gedung TPA Al-Mar-Q yang didirikan bapak Markiyat

Gb. Gedung TPA Al-Mar-Q yang didirikan bapak Markiyat

Pak Markiyat Padmorejo yang berasal dari dudun Weru desa Botodayakan kecamatan Rongkop Gunungkidul merupakan pengusaha sukses yang berada di Jakarta. Belau mendirikan perusahaan “ PUTRA GUNUNGKIDUL “ yang bergerak aneka mie sehat alami dan makanan siap saji dengan merk  “ Mie Khangen “.Perusahaan ini didirikan pada tanggal 10 Mei 2010 dengan mengambil tempat di Jln Merdeka Depok Timur.Karyawan yang berhasil direkrut saat ini ada 16o orang di berbagai cabang dan rata-rata setiap cabang ada 8 – 10 orang.

Dalam berusaha bapak Markiyat mengambil falsafah : ikhtiar keras, kerja Cerdas dan Amal Ikhlas serta

Mengambil motto : Rasa Lezat , Mutu kuat , harga Merakyat.

Pak Markiyat yang lahir di Gunungkidul pada tanggal 6 Maret 1971 merupakan bungsu dari tiga bersaudara , selesai sekolah SLTA melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia mengambil fakultas Sastra dan lulus tahun 1990 .Setelah lulus beliau bekerja di Pertamina selama 7 tahun kemudian bekerja di perbankan dan akhirnya membua usaha mie.

Setelah sukses menjadi pengusaha mie Khangen dengan omset ratusan juta rupiah beliau tidak lupa dengan tanah kelahirannya dusun Weru desa Botodayakan.Beliau kemudian mendirikan gedung TPA dan infrastrukturnya di dusun tersebut . TPA yang beliau dirikan diberi nama TPA AL-MAR-Q dan saat ini mempunyai ratusan santri dengan  beberapa ustazd dan pengurus komite. Honor ustazd beliau cukupi sehingga setiap bulannya beliau mengeluarkan infaq untuk honor guru TPA saja sekitar dua setengah sampai tiga juta rupiah.

Selain gaji ustazd dan ustazdah juga seragam untuk santri serta keperluan lainnya dicukupi beliau .Semoga bapak Markiyat selalu diberi kekuatan dan kemudahan usaha oleh Allah SWT sehingga mampu terus menolong agama Allah lewat TPA yang dirintisnya sampai akhir zaman. Amien.

Hikmah:

 

“Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)