DAMPAK NEGATIF ROKOK BAGI KESEHATAN

Adapun dampak negatif rokok pada kesehatan badan sangatlah banyak. Rokok dapat melemahkan kekuatan tubuh, melemahkan pandangan, mengurangi nafsu makan, melemahkan fungsi jantung, dan sebagainya. Di antaranya juga, (rokok) dapat menyebabkan batuk yang berkepanjangan hingga sesak napas. Betapa banyak manusia yang menjadi korban karenanya. Dan para dokter tepercaya juga telah sepakat bahwa kecanduan rokok adalah sebab terbesar dari penyakit perampasan dan sejenisnya. Bahkan rokok adalah penyebab dari penyakit kanker yang berbahaya dan paling sulit untuk disembuhkan.

Maka alangkah mengherankannya bila seorang yang berakal dan memiliki perhatian pada kesehatan badannya namun tetap saja mengonsumsi rokok, padahal ia menyaksikan sendiri betapa besar bahaya rokok bagi kesehatan, betapa banyak manusia terbujur kaku dikarenakan si pembunuh berdarah dingin tersebut. Dan yang terkena penyakit disebabkan rokok tentu lebih banyak lagi jumlahnya. Betapa banyak sebuah penyakit yang asalnya ringan kemudian menjadi berat karena rokok sehingga akhirnya para dokter pun angkat tangan tak sanggup mengobatinya. Dan betapa cepatnya seorang yang asalnya kuat kemudian menjadi lemah disebabkannya (rokok).

Yang juga mengherankan, mengapa kebanyakan manusia dalam masalah penyakit yang ringan mereka begitu memperhatikan petuah dokter, namun mereka meremehkan peringatan para dokter akan bahaya rokok yang justru akan berdampak sangat besar. Yang demikian adalah karena hawa nafsu mereka telah menguasai jiwanya sebab rayuan, ajakan, dan godaan serta iklan-iklan yang menjanjikan.

 

 

DAMPAK NEGATIF ROKOK BAGI HARTA

Adapun dampak negatif rokok pada harta, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah melarang dari menghambur-hamburkan harta. Tidak ada bentuk penyia-nyiaan harta yang lebih parah dari membakarnya dan membuang asapnya pada rokok tersebut—sesuatu yang tidak menggemukkan dan tidak menambah hilangnya rasa lapar—bahkan terkadang para pecandu rokok mereka sampai rela harus berhutang dengan jumlah banyak demi mendapatkan puntung rokok. Bahkan ada yang tidak memberikan nafkah kepada keluarga karena hartanya telah ia belanjakan untuk memuaskan nafsunya, maka ini adalah penyimpangan yang sangat besar, kemudaratan yang sangat membahayakan. Apabila menyia-nyiakan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaat itu terlarang, bagaimana lagi bila mengeluarkan harta untuk sesuatu yang jelas-jelas akan menimbulkan kemudaratan dan bahaya yang besar…!!!

JUAL BELI ROKOK HARAM

Karena melihat bahwa rokok memiliki dampak negatif, memudaratkan agama, jiwa, dan harta, memperjualbelikan rokok juga hukumnya haram dan hasil perdagangannya tidak membawa keberkahan. Merupakan sesuatu yang telah banyak disaksikan oleh manusia, penjual rokok mungkin saja di awalnya ia mendapat keuntungan yang banyak, tetapi di kemudian hari hartanya tersebut akan bangkrut dan hilang. Dan para ulama telah sepakat akan keharamannya. Maka kewajiban orang awam adalah mengikuti ulama mereka. Tidak dibenarkan bagi seorang awam untuk mengikuti hawa nafsunya dan mencari-cari fatwa dari ulama negerinya yang menghalalkannya. Hal itu dilarang karena Allah عزّوجلّ berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS. an-Nahl [16]: 43)

Yang demikian karena kita diperintah untuk mengikuti kebenaran bukan hawa nafsu. Tidak dibenarkan bila ada seorang ulama negeri memfatwakan tidak wajibnya tuma’ninah dalam shalat lalu kita ikuti pendapatnya, atau ada yang membolehkan riba lalu kita ikuti, atau ada yang membolehkan memakan hewan yang berkuku dan bertaring lalu kita ikuti. Seandainya hal-hal semacam ini dibenarkan maka berarti kita membuka pintu kejelekan pada manusia dan mereka akan semakin jauh dari agamanya.

Yang  menjadi  patokan  adalah  hendaknya kita mengikuti dalil-dalil syari’at yang semuanya mengarah pada keharaman rokok karena di dalamnya terkandung mudarat dan mafsadat yang banyak. Setiap sesuatu yang membawa mudarat bagi seorang hamba baik bagi agamanya atau jiwanya atau hartanya maka hukumnya haram. Bagaimana lagi jika semua kemudaratan tersebut terkumpul pada rokok. Maka jelas hal itu haram baik secara syar’i, secara akal, maupun kesehatan.

 

BERTAUBATLAH DARI ROKOK

Maka yang wajib adalah segera bertaubat kepada Allah عزّوجلّ dari mengonsumsi rokok, dan bertekad kuat dengan diiringi permohonan kekuatan kepada Allah عزّوجلّ tanpa keraguan dan kebimbangan untuk meninggalkan rokok tersebut. Barangsiapa bersungguh-sungguh dalam bertaubat maka Allah عزّوجلّ akan menolongnya dan akan merasa ringan meninggalkan keharaman tersebut.

Dan yakinlah bahwa apabila kita meninggalkan sesuatu karena Allah عزّوجلّ pasti Allah عزّوجلّ akan menggantinya dengan yang lebih baik. Sebagaimana ganjaran yang diberikan kepada orang yang berbuat ketaatan yang berat itu lebih besar dari ketaatan yang ringan, demikian pula ganjaran yang akan diberikan bagi seorang yang meninggalkan kemaksiatan yang berat itu tentu lebih besar pahalanya dari meninggalkan kemaksiatan yang ringan. Memang hal itu berat di awalnya, namun yakinlah bahwa hal itu sedikit demi sedikit akan semakin ringan hingga Allah عزّوجلّ menyempurnakan nikmat-Nya kepadanya.

Barangsiapa yang mengilmui Allah عزّوجلّ dari lubuk hatinya dengan kejujuran niatnya dalam mencari apa yang ada di sisi-Nya dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang maka Allah عزّوجلّ akan memudahkan baginya jalan menuju surga dan akan menjauhkan darinya jalan menuju neraka.

Maka kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah عزّوجلّ agar selalu menuntun ubun-ubun kita kepada jalan kebaikan dan menjaga kita dari jalan kejelekan. Sesungguhnya Dialah Zat yang maha dermawan dan mulia, maha lembut, dan berkasih sayang kepada hamba-Nya.[]

Ditulis oleh Abdurrahman bin Nashir bin Sa’di

pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 1376 H.

 

 sumber : www.ibnumajjah.com