Di tulis Oleh : Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله

 

Publication: 1434 H_2013 M

MATIKAN ROKOK
Sebelum Mati Karena ROKOK
Oleh: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله

Disalin dari Majalah al-Furqon No. 127, Ed.1 Th.ke-12_1433H/2012M

Download > 580 eBook Islam di www.ibnumajjah.com

[1]Risalah ini adalah fatwa dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله yang ditulis tatkala terjadi dialog antara diriku dan seorang laki-laki dari kaum muslimin seputar hukum rokok, manakala risalah beliau ini tidak ada pada orang lain selain diriku maka wajib bagiku untuk menyampaikan apa yang beliau fatwakan karena aku khawatir akan bahaya menyembunyikan suatu ilmu, dengan penuh harap kepada Allah عزّوجلّ agar aku mendapatkan manfaat darinya, demikian penulisnya juga kaum muslimin, sesungguhnya Dialah Zat yang maha pemurah lagi dermawan.


Teks asli pertanyaan dan jawaban yang diajukan kepada penulis adalah sebagai berikut:

Bismillahirahmanirrahim.

Dari seorang putra bernama Ali Hamd ash-Shalihi teruntuk yang kami hormati Syaikh Abdurrahman an-Nashir as-Sa’di. Setelah ucapan salam kami haturkan, selanjutnya kami sangat berharap kepada Anda untuk memberikan fae-dah tentang hukum mengonsumsi rokok dan memperdagangkannya untuk diperjelas hukum halal haramnya atau kemakruhannya. Fatwakanlah kepada kami. Semoga Allah عزّوجلّ memberikan ganjaran pahala kepada Anda.

Beliau menjawab dengan memohon taufik dari Allah عزّوجلّ, kita senantiasa memohon hidayah-Nya untuk kita dan urttuk kaum muslimin. (Kemudian Syaikh berkata:)

 

DALIL HARAMNYA ROKOK

Mengkonsumsi rokok hukumnya haram. Begitu juga memperdagangkannya atau membantu proses jual belinya, hal iru haram dan tidak boleh bagi seorang muslim untuk mengonsumsinya atau memperjualbelikannya. Bagi yang sudah terlanjur maka hendaknya segera bertaubat kepada Allah عزّوجلّ dengan taubat yang sebenarnya, sebagaimana kewajibannya untuk bertaubat dari segala dosa. Yang demikian karena hal tersebut telah terancam oleh dalil-dalil yang mengarah kepada keharamannya baik secara tekstual maupun kontekstual, berdampak pada kemudaratan agama, jiwa, dan harta yang dengan satu alasan ini saja sudah cukup untuk menyatakan keharamannya, bagaimana bila dipadukan secara menyeluruh.

Adapun dampak kemudaratan pada agama, dan pernyataan nash-nash tentang keharamannya ada berbagai sisi, di antaranya adalah firman Allah عزّوجلّ:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. (QS. al-A’raf [7]: 157)

Allah عزّوجلّ berfirman:

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (QS. al-Baqarah [2]: 195)

Allah عزّوجلّ berfirman:

وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS. an-Nisa’ [4]: 29)

Ayat-ayat tersebut dan ayat-ayat lain yang senada dengannya mengandung pesan bahwa Allah عزّوجلّ mengharamkan setiap sesuatu yang buruk atau yang membawa bahaya, maka setiap sesuatu yang buruk atau membawa bahaya hukumnya tidak halal untuk dikonsumsi. Hal itu diketahui dari dampak negatif yang ditimbulkan, maka perhatikanlah rokok ini adalah benda yang membawa bahaya yang begitu dipahami oleh setiap orang, bahkan pecandunya adalah orang yang paling mengerti akan bahayanya, hanya saja kesadaran akan bahayanya lemah dan hawa nafsu mereka lebih mengalahkan kesadaran akan bahayanya, padahal para ulama kita mengatakan: ‘setiap apa saja dari makanan dan minuman yang mengandung bahaya maka mengonsumsinya hukumnya haram’.

Dan juga di antara dampak kemudaratan rokok pada agama, sesungguhnya ia menjadikan seorang berat untuk beribadah dan melakukan perintah agama, terlebih-lebih perintah berpuasa.


[1]  Diterjemahkan dari risalah beliau Hukmi Syurbi Dhukhon oleh ustadz Abu Faiz sebagaimana dalam Majmu’ Mu’allafat juz ketujuh.

Dan setiap perkara yang menjadikan manusia benci dengan kebaikan maka ia adalah kejelekan. Ditambah lagi, pengguna rokok (biasanya) akan senang berkumpul dengan orang-orang jelek dan menjauh dari bersama orang-orang baik, sebagaimana ini adalah kenyataan yang ada, dan hal itu adalah sisi negatif terbesar di mana seseorang akan lebih senang dan cenderung dengan orang-orang yang jelek dan menjauh dari orang-orang yang baik. Hasilnya adalah ia akan memusuhi kebaikan dan menjauhi orang-orang yang berbuat kebaikan, bahkan ia akan mencela mereka. Betapa banyak para remaja dan pemuda mereka terjatuh dalam lembah tersebut sehingga mereka berada di tempat yang buruk dan itu adalah awal dari sebab kemerosotan akhlak dan moral para pemuda dan pintu dari segala kejelekan.

sumber : www.ibnumajjah.com