MATIKAN ROKOK ANDA

SEBELUM

ROKOK MEMATIKAN ANDA DAN ORANG-ORANG DISEKITAR ANDA

Sebagian pengurus bamustakmas Wareng

Sebagian pengurus bamustakmas Wareng

Pertemuan pengurus Bamustakmas desa Wareng putaran bulan April 2013 bertempat di musholla Al-Mustaqim Wareng dengan pembahasan khusus membahas masalah Shodaqoh panen tahun 2013.

Pertemuan dibuka oleh sekretaris Bamustakmas mas Gunadi SIP dan dilanjutkan kultum  .Bapak Sumanto selaku ketua Bamustakmas memimpin rapat yang membahas laporan pendapatan shodaqoh panen dari masing-masing masjid dan musholla yang tergabung dalam Bamustakmas desa Wareng.

Setelah laporan masing-masing takmir masjid dilanjutkan musyawarah pentasarupannya ke masyarakat di Wareng serta pondok-pondok pesantren yang ada di Gunungkidul.Dalam musyawarah ini disepakati pentasarupan untuk masing-masing masjid maksimal 5 jama’ah dengan besar beras yang diterima sebanyak 12 kg.

 

BAMUSTAKMAS SHODAQOH PANEN 2

Disepakati bagi jama’ah yang ingin menshodaqohkan sayuran bisa dikumpulkan di rumah ustazd Syamsul Huda MA pada hari Jum’at  sore 26 April 2013 dan hasil shodaqoh panen baik beras atau sayuran akan disalurkan ke pondok-pondok pesantren yang ada di Gunungkidul pada hari Sabtu 27 April 2013.Dalam mengantarkan ke pondok-pondok pesantren setiap masjid atau musholla diwajibkan mengirimkan petugas minimal satu orang untuk membantu panitia mengemasi-memasukkan ke dalam mobil maupun menurunkan dan mengantar  ke lokasi-lokasi pondok yang ada di Gunungkidul.

Demikian sekilas kegiatan pertemuan pengurus Bamustakmas desa Wareng putaran bulan April 2013 semoga menjadi sarana menolong agama Allah di Wareng khususnya dan Gunungkidul pada umumnya.

Hikmah :

“ Dari Abu Huroiroh r.a , bahwa Nabi SAW bersabda : “ Tiada suatu haripun yang paginya mendatangi para hamba melainkan dua orang malaikat turun, salah seorang dari mereka berkata : “ Ya Allah ,berikanlah ganti kepada orang yang menginfaqkan hartanya,” dan yang lain berkata :” Ya Allah , berikanlah kebinasaan kepada orang yang tidak menginfaqkan hartanya “ ( Muttafaq’alaih )