Penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World 2013 yang dijadwalkan berlangsung 28 September di Sentul International Convention Center (SICC), wajib  kita tolak  bersama khususnya warga yang masih mencintai budaya timur  dan umat Islam serta umat beragama lainnya

Event tersebut hanya sebagai ajang pamer aurat serta  jauh dari budaya ketimuran selain  melanggar norma-norma agama.Kontes Miss World sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan adab kesopanan.

Kontes Putri Dunia ini secara tidak  langsung mempropagandakan pola hedonisme dan materialism dimana  kesenangan dan kenikmatan materi tujuan utama.Kontes kecantikan ini hakikatnya adalah sebuah penipuan dan pelecehan terhadap perempuan untuk meraup keuntungan bisnis perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, atau salon kecantikan dan sebagainya. Selain itu kontes ini hanya  mengeksploitasi kecantikan perempuan sebagai primitive instinct dan nafsu dasar laki-laki, serta kebutuhan akan uang untuk hidup mewah.

Padahal sebagai warga negara yang baik serta Umat Islam  harus ingat  printah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menutup aurat dan menahan pandangan

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang Mukmin: ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab: 59)

Di Bogor Jawa Barat dimana event itu akan dilaksanakan sudah banyak ormas  Islam dan pimpinan ormas Islam yang menyatakan penolakannya terhadap Miss Universe tersebut, diantaranya: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, Forum Umat Islam (FUI) Bogor, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bogor, Persis Bogor, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bogor, Front Pembela Islam (FPI) Bogor, PD Muhammadiyah Bogor, DPD Garis Bogor, DPD HASMI Bogor, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor, Bulan Sabit Merah Bogor, Fos Armi Bogor dan ormas/lembaga Islam lainnya.

Sebagai warga negara yang baik dan umat Islam dimanapun  pada umumnya  “Wajib “ menolak kegiatan tersebut agar generasi muda kita tidak rusak karena event-event yang mengumbar aurat tersebut.