GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN

BUKAN UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Berita di beberapa surat kabar di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah  pada bulan Juni 2012 menjadikan trenyuh  bagi setiap pembaca yang masih mempunyai hati nurani.Diduga tidak bisa melunasi SPP di sekolahnya, seorang siswi  di kecamatan Gubug kabupaten Grobogan.Siswi tersebut nekat bunuh diri karena tidak kuat menanggung beban ekonomi nenek yang mengasuhnya.

Neneknya  yang sudah berusia  70  tahun bekerja sebagai buruh tani di sawah tetangga. Sebelum kejadian cucunya minta uang SPP tiga bulan sebesar Rp 210 ribu. Oleh neneknya Sulasih dijawab baru ada uang Rp 100 ribu. Kekurangannya akan diberi mendapat bayaran sebagai buruh matun (membersihkan rumput tanaman padi) di sawah milik tetangga.

Berita yang seharusnya menjadikan intropeksi semua pihak baik sekolah, masyarakat maupun pemerintah.Bagi para pejabat yang bergelimang harta dan kekayaan dengan sekali tanda tangan akan keluar uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah ternyata di masyarakat bawah untuk mendapatkan uang ratusan ribu diperlukan perjuangan yang sangat keras.

Bagi bapak-bapak yang mempunyai kewenangan untuk menyalurkan dana pendidikan dari pemerintah agar lebih jeli dan teliti sehingga penyalurannya akan tepat sasaran.Begitu juga yang ada kelebihan rezeki sisihkanlah rezeki itu untuk membantu saudara-saudara kita yang masih sangat kekurangan .Jangan sampai terjadi lagi “ Fakir miskin dan anak terlantar yang dipelihara oleh Negara “ dalam UUD 45 sekedar selogan yang disuarakan digedung DPR yang harga WC nya saja ratusan juta rupiah sedangkan hanya untuk mendapatkan uang ratusan ribu untuk sekolah sampai ada siswi yang stress dan akhirnya bunuh diri.

Hikmah :

“Paling dekat seorang hamba kepada Robbnya ialah ketika ia bersujud maka perbanyaklah do’a (saat bersujud)” (HR. Muslim)