Gunungkidul merupakan gudang pohon Jati yang sudah terkenal dimana-mana kualitasnya.Hampir setiap petani yang punya pekarangan mereka memanfaatkan pekarangannya dengan pohon Jati disekeliling nya sekaligus untuk pagar hidup.

Selain tidak memerlukan perawatan khusus dan hama pohon Jati yang relative sedikit atau kecil juga tidak memerlukan tanah yang subur,bahkan di atas tanah berbatu saja pohon itu bisa tumbuh dengan baik.

Salah satu siklus pohon Jati tersebut ,setiap musim kemarau daunnya yang lebat di muasim hujan akan berguguran sampai habis dan ini merupakan anugrah allah SWT dimana pada musim kemarau yang sulit air maka gugurnya daun jati tersebut akan mengurangi penguapan lewat daun nya.

Daun jati yang jumlahnya sangat banyak tersebut hamper semuanya masih dikelola dengan cara dikumpulkan lalu dibakar begitu saja. Hal ini selain abunya sebagian akan terbang terkena angin kemarau yang kencang juga akan menambah suhu dimusim kemarau yang sudah cukup panas.

Padahal daun jati tersebut bila dikelola dengan baik akan menjadi komoditi yang bisa meningkatkan kesejahtraan petani.Daun jati bisa diolah menjadi pupuk organic yang mengandung unsure Hara yang sangat baik serta mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.Bila tidak dijualpun pupuk tersebut akan menjadi cadangan pupuk bagi para petani sehingga mengurangi ketergantungan dari pupuk kimia pabrik yang setiap tahun harganya selalu meningkat.

Keterbatasan saat ini adalah pengetahuan para petani tentang manfaat daun jati untuk pupuk organi belum dimasyarakatkan  secara luas baik oleh pemerintah maupun pemerhati para petani saat ini.Hal ini mengakibatkan wawasan dan pengetahuan petani tentang budidaya daun jati untuk bahan pupuk organic sangat kecil.Sebaiknya pemerintah lewat dinas Pertanian maupun dinas yang lain mulai mensosialisasikan hal tersebut sehingga secara tidak langsung akan menambah kesejahtraan para petani di Gunungkidul.