Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Geng Motor yang telah memakan banyak korban dibeberapa kota besar di Indonesia menjadi peringatan dan perhatian kita bersama.Kebrutalan geng motor yang menewaskan seorang mahasiswa di Universitas Negeri Makasar,seorang TNI serta beberapa masyarakat sipil lainnya.Tidak hanya nyawa yang melayang tetapi juga kerusakan harta benda baik rumah maupun barang-barang lainnya.

Maraknya keberadaan geng motor, mulai mendapat perhatian serius berbagai elemen dibeberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung,Jakarta,dan sebagainya. Banyak yang menilai, fenomena geng motor merupakan problem sosial yang memerlukan partisipasi dari seluruh masyarakat.

Porsi pelajaran agama yang ada di kurikulum sekolah umum, sangat kurang hanya 2 jam perminggu sangat jauh untuk bisa membentuk sikap dan perilaku siswa yang santun dan berbudi mulia.

Apalagi peran keluarga , kerabat, serta masyarakat saat ini sudah sangat berkurang dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu.Kesibukan orang tua yang bekerja seharian karena kebutuhan hidup semakin tinggi menjadikan perhatian terhadap pendidikan agama anak-anaknya menjadi sangat lemah.Begitu juga kondisi masyarakat yang semakin kurang peduli terhadap lingkungan apalagi terhadap pendidikan agama berakibat para remaja kurang terkendali dalam kegiatan sehari-harinya.Akibatnya sebagian mereka terseret ke hal-hal yang negative seperti Geng Motor, Narkoba, Miras dan sebagainya.

Dengan melihat kondisi semacam itu sebaiknya ada penambahan pelajaran agama yang siqnifikan baik di sekolah negeri maupun swasta. Idealnya setiap hari ada satu sampai dua jam materi agama sebelum para siswa belajar ilmu-ilmu yang lain.

Semoga hal ini menjadi bahan perhatian sendiri bagi pemerintah khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan serta Departemen Agama di Indonesia.

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”