Rencana konser Lady Gaga tanggal 3 Juni 2012 perlu di sikapi seluruh elemen masyarakat dan Ormas Islam di Indonesia.Rencana konser tersebut merupakan penggerogotan aqidah  umat Islam oleh Barat melalui  opini, dan budaya. Karenanya, tak heran untuk memuluskan programnya tersebut, maka musuh-musuh Allah mulai menyuplai artis-artis mancanegara yang biasa menampilkan unsur-unsur haram seperti Lady Gaga.Hal itu agar umat Islam bisa menerima suatu budaya yang diharamkan, bahkan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Ketua MUI Bidang Seni & Budaya, KH Cholil Ridwan mengecam keras konser Lady Gaga di Indonesia. Artis pemuja setan dan bintang foto bugil tersebut disinyalir akan merusak moral umat Islam khususnya generasi muda. Maka itu beliau meminta umat muslim yang sudah membeli tiket Lady Gaga agar dikembalikan karena membelinya adalah haram. Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram.Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” ujarnya

Aneh, jika masyarakat Indonesia seperti tersihir dengan sosok yang kerap berpakaian seronok, bahkan telanjang seperti binatang .Saat keluar dari hotel New York, Jumat 2 Maret 2012 lalu, Gaga yang mengenakan busana ia memamerkan bra hitamnya sambil menunjukkan belahan dada.Saat meninggalkan Fountain Studios di Wembley, London, setelah muncul di ‘X-Factor’ ia juga pernah berpenampilan nyeleneh.Yang mengejutkan, Lady Gaga berjalan santai tanpa celana. Lebih dari itu, Lady Gaga juga dikenal sebagai perusak moral. Gaga pernah menjadi model sketsa bugil karya Tonny Bennett yang laku terjual dengan harga USD 30 ribu atau setara R 272 juta.

Dalam sketsa tersebut, pelantun Born This Way itu tampak polos tanpa balutan sehelai benang pun sambil memegang sepuntung rokok.

Maka, MUI, ormas Islam lainnya dan seluruh kaum Muslimin, wajib menolak konser Gaga ini.Tetapi kenyataannya penjualan tiket pre-sale konser Gaga yang digelar di FX Entertainment Centre, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3) lalu bahkan dipadati ribuan orang yang rela mengantre. Padahal, tiket yang dijual tak murah. Harga tiket yang disediakan oleh promotor konser ini adalah Rp. 2, 250 juta (Gold Circle), Rp.750 ribu (Festival dan Tribun 1), Rp.465 ribu (Tribun 2), dan Rp1,250 juta (Tribun 3).Tiket masuk sekitar 44.000 lembar terjual habis dalam hitungan jam.

Sungguh ironis memang ditengah kemiskinan yang melanda, ternyata sebagian masyarakat Indonesia masih bisa menghabiskan uang jutaan rupiah demi menyaksikan artis panas tampil di panggung Indonesia.

Menanggapi, fenomena tersebut, Wasekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim menyatakan ini sebagai bukti hilangnya sensitifitas iman di masyarakat kita. “Karena sensitifitas iman sudah hilang, maka yang terjadi adalah pengacuhan dan pengabaian kemiskinan di sekitarnya,” tegasnya

Menanggapi konser tersebut ketua FPPP DPR, Hasrul Azwar  berkomentar “Tontonan itu memang pantas diharamkan. Konsernya terlalu vulgar membuka aurat dan berpakaian seronok tidak sesuai dengan agama dan budaya kita. Karena itu sebaiknya konser itu dibatalkan,” kata.

Sebelumnya, Sekretaris FPKS DPR Abdul Hakim juga sepakat dengan Ketua MUI Cholil Ridwan bahwa konser Lady Gaga haram diselenggarakan di Indonesia.

Namun pernyataan MUI tentu tidak setegas seperti Malaysia yang telah menolak kehadiran Gaga. ”Kita semua seharusnya memang bisa menolaknya,” kata Ma’ruf.

Semoga Ormas Islam dan kaum muslimin di Indonesia berani menolak konser tersebut untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia agar tidak terjerumus ke lembah kemaksiatan.

 

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)