Narkoba suatu benda yang bisa menghancurkan kehidupan seseorang baik dunia dan akherat saat ini pengedarannya melalui sindikat internasional akan menyerang siapa saja.Tidak pandang bulu baik kaya maupun miskin tua maupun muda , dari kalangan artis , wakil rakyat dari berbagai daerah, pilot, mahasiswa, buruh, bahkan Ibu rumah tangga tak luput dari jeratan narkoba. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai lanjut usia tetap berpotensi terjerat, walaupun pasar utamanya adalah mereka yang berumur di antara 15 sampai dengan 30 tahun.

Kasus anak angkat seorang Gubernur yang tertangkap karena bertransaksi barang haram tersebut serta seorang Kapolsek dan anggota Polisi yang terbukti mengkonsumsi narkoba merupakan bukti bahwa peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat merajalela ,bahkan peredaran narkotika di Bali semakin mengkhawatirkan, pasalnya ,kini suplai barang haram itu sudah sampai ke desa

. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat 2-3 juta penduduk Indonesia terlibat penyalahgunaan narkotika.Catatan BNN menyebutkan prevalansi penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Pada tahun lalu diperkirakan angka prevalansi naik 2,21 persen menjadi sekitar 3,8 juta orang.

Begitu pula untuk kasus tindak pidana narkotika. Tercatat 14 tahun silam atau sekitar tahun 1997, hanya terjadi 602 kasus tindak pidana narkotika. Namun pada 2011 angkanya naik 40 kali lipat menjadi 26.560 kasus. FaktorX yang membuat negara ini menjadi “surga” peredaran narkoba. Bahkan berdasarkan data yang di ungkap di Metro TV Sabtu, 28 Januari 2012 Indonesia berada di peringkat ke 3 pasar narkoba dunia

Pengedarannyapun sudah semakin berkembang dengan pengiriman lewat paket barang dengan berbagai cara baik kancing baju, pigura, maupun alat alat yang lain sehingga sulit terdeteksi dan sulit ditebak karena pengiriman barang saat ini lewat jasa pengirim barang sudah sangat luar biasa jumlahnya.

Bagi orang tua yang menginginkan putra-putranya selamat dari jaringan pengedar narkoba agar lebih waspada mencermati perilaku dan teman-temannya di sekolah maupun di lingkungannya.Bila kita tidak mewaspadai maka bisa anak kita yang merupakan investasi dunia akherat akan menjadi hancur masa depannya karena masuk dalam jaringan pengkonsumsi narkoba.

Pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang memang punya kewenangan menangani dan membrantas peredaran narkoba ditantang untuk bekerja lebih keras lagi agar jaringan dan peredaran narkoba tidak semakin merajalela.Seluruh elemen masyarakat baik lembaga keagamaan maupun organisasi yang lain agar bisa bau membahu mengatasi peredaran barang terlaknat tersebut.

Hikmah :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’ 32]