Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Rencana sebagian penggemar Manthous yang telah membuat nama Gunungkidul menasional lewat capur sari MajuLancar Gunungkidul dengan membuat patung di Gunungkidul  perlu ditinjau ulang.

Salah satu alas an mengapa perlu ditinjau ulang antara lain ,setelah patung tersebut dibuat maka untuk merawatnya perlu dana  besar dan waktu lama.Selain biaya untuk membuatnya tentu membutuhkan biaya yang besar pula.Dengan melihat banyaknya fasilitas umum dan khusus lagi fasilitas tempat wisata yang ada di Gunungkidul yang kurang bahkan tidak terawatt menjadi pertimbangan tersendiri atau pesimis bahwa patung tersebut akan terawatt dengan baik. Fasilitas wisata saja yang bisa dinikmati tidak terawatt apalagi hanya sekedar patung yang mungkin kurang menarik ,siapa berani menjamin ada perawatan yang baik dalam jangka panjang.

Mengenang Manthous akan lebih baik bila ditulis lewat biografi menjadi sebuah buku dan kemudian buku tersebut disebarkan ke sekolah-sekolah atau lewat perpustakaan daerah di Gunungkidul.Penulisan bisa dilombakan atau menunjuk beberapa penulis untuk menuliskannya. Dalam buku tersebut bisa dibaca perjalanan hidup Manthous dari bawah di Playen Gunungkidul sampai Jakarta dan kemudian menjadi pemusik Campursari yang membawa nama Gunungkidul dikenal di tingkat Nasional lewat seni music campursari .

Lewat tulisan tersebut perjuangan Manthous dari bawah sampai terkenal bisa menjadi inspirasi para pelajar dan generasi muda Gunungkidul tentang bagaimana mengejar karier dari bawah sampai puncak kariernya yang penuh dengan suka dan duka.Tetapi bila hanya sebuah patung maka pelajar dan generasi muda Gunungkidul tidak bisa mengetahui persis siapa dan bagaimana Manthous berjuang meniti karier dari bawah sehingga membawa nama Gunungkidul ke tingkat nasional.Selain dalam kurun waktu yang lama sepuluh tahun yang akan datang kemungkinan patung tersebut sudah tidak terawatt dan kemudian menjadi kumuh ditumbuhi rumput ilalang dan sebagainya.

Bla ditulis dalam sebuah buku maka buku tersebut masih bisa dibaca oleh generasi muda  Gunungkidul sampai seratus tahun atau mungkin lebih oleh anak cucu kita.

Semoga rencana mengenang Manthous yang tentu ada kurang dan lebihnya sebagaimana manusia pada umumnya bisa lebih pas dan lebih bermanfaat untuk generasi muda Gunungkidul khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Hikmah :

Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan , “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”