Pantai Kuwaru yang berlokasi di desa Poncosari Srandakan Bantul Yogyakarta merupakan salah satu pantai wisata d pantai selatan kabupaten

Gb.Kerindangan Pohon Cemara Laut jenis Udang di pinggir pantai

Bantul.Pantai yang bisa ditempuh dari kota Yogyakarta ke arah selatan dengan kendaraan bermotor maupun mobil sekitar 45 menit melewati kota Bantul ,kemudian belok ke kanan ( ke Barat ) sampai jembatan Srandakan di atas sungai Oya yang menghubugkan Bantul dan KulonProgo bagian selatan  .Sebelum jembatan Srandakan kita belok ke kanan menyusuri jalan aspal tetapi agak sempit sampi di dusun Kerjan belok ke kanan dan disini sudah ada arah penunjuk arah.Jalan menuju pantai sudah beraspal halus tetapi beberapa kelokan yang menghendaki kita harus hati-hati dan waspada.

Masuk pantai setiap orang harus membeli karcis seharga duaribu rupiah dan asuransi dua ratus lima puluh rupiah ( pada tahun 2012 ).Bila kita membawa mobil parkir sudah tersedia dengan lokasi parkir yang nyaman dengan tarip lima ribu rupiah permobil.

Memasuki arena pantai kita disuguhi hutan cemara laut jenis Udang sepanjang sekitar 1,5 kmdengan daunnya yang rimbun dan menyejukkan badan juga pandangan kita.Di sepanjang jalan pinggir pantai dirimbuni cemara laut dan di sebelahnya berdert kios-kios makanan baik makanan kecil maupun ikan laut bakar yang siap untuk dinikmati sambil menikmati pemandangan laut pantai.Kita bisa memesannya dan kemudian membawanya ke bibir pantai di bawah kerindangan pohon cemara ,terasa nyaman dan fress setelah lepas dari kepenatan kerja sehari-hari.

Di pinggir pantai juga sudah tersedia persewaan sepeda motor beroda 4 ATV yang bisa kita nikmati menyusuri jalan sepanjang pantai dengan tarip dua puluh ribu rupiah per 15 menit.Bila sudah puas menyusuri jalan pinggir pantai kita bisa menikmati ombak laut selatan yang menggulung-gulung di tepi pantai dengan pasir pantai jenis pasir besi yang hitam sehingga tidak banyak yang beterbangan.

Demikian sekilas pantai Kuwaru Srandakan Bantul semoga menjadi alternatif rekreasi bersama keluarga khusunya  masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Lihat Foto-Foto lainnya di Sini

Hikmah :

“Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)”