Hajatan banyak terjadi di masyarakat baik pada aara khitanan, pernikahan,maupun acara syukuran yang lain.Sebelum berkembang menjadi hajatan yang besar,masyarakat sekitar tahun 1980 an bila mengadakan hajatan cukup dengan cara yang sederhana.Tempat duduknya dari tikar,among tamunya berpakaian dimana ia punyai, minum cukup dengan teh manis dalam cangkir,snak pisang dan jadah.Cukup sederhana dan tidak memakan biaya yang besar.
Tetapi saat ini era tahun 2012 bila mengadakan hajatan sudah menghabiskan dan sampai puluhan juta rupiah.Adapun dana-dana tersebut antara lain :
1.Pembentukkan panitia dan perlengkapan panitia baik makan minum untuk rapat, rokok, bahkan ada seragam khusus untuk panitia yang harus di sewa.
2.Pemesanan undangan untuk kenalan dan handai taulan yang jumlahnya sampai ratusan bahkan ada yang ribuan,harganyap yang sampai sepuluh ribu rupiah variasi ada yang cukup dua ribu rupiah tetapi ada yang sampai sepuluh ribu rupiah perbuahnya.
3.Tenda kursi dan dekorasi
Awal- awal tahun 1980 an hajatan cukup dengan tikar tetapi sekarang berkembang dengan kursi .tenda serta dekorasi yang memakan dana jutaan rupiah.
4.Adanya perkembangan menjamu tamu undangan dengan music campur sari dengan pengirim penyanyi elektone juga menyebabkan tambahan biaya tersendiri,sebeb mengundang group p elektone bisa menjapai satu sampai dua juta rupiah.
5.Sajian makanan ,minuman dan snak pun saat ini harus beraneka ragam menyesuaikan dengan perkembangan ,sehingga dana untuk menjamu makan,minum dan snak bertambah besar.
Untuk mencukupi kebutuhan tersebut banyak orang yang hutang terlebih dahulu dengan harapan setelah selesai hajatan dana jagongan bisa untuk membayar hutang-hutang tersebut.
Melihat realita tersebut banyak orang yang mempunyai hajatan harus “THEKOR “ dengan kata lain dana hutangan untuk hajatan melebihi dari pendapatan dana jangongan yang didapatkan.
Ada beberapa tetangga di desa yang setelah hajatan harus menjual sapinya untuk menutup hutang dari keperluan hajatannya.
Semoga hal ini mrnjadi pelajaran bagi kita semua bahwa hajatan yang dilaksanakan secara besar-besaran hanya akan mempersulit beberapa pihak, satu yang punya hajatan tersendiri kadang harus menanggung hutang, orang lain harus mengeluarkan dana untuk Njagong,tenaga relawan ( rewang ) yang terserap di tempat orang punya hajat juga tersita beberapa hari dan sebagainya.
Semoga kita bisa melaksanakan hajatan secara sederhana sehingga tidak merepotkan banyak orang.