Kedelai Godhog dan teh manis

Kedelai godhog camilan khas Gunungkidul yang alami dan bebas kimia yang membahayakan tubuh
Gunungkidul dimusim penghujan tahun 2012 M ini alkhamdulillah sudah mulai panen beberapa hasil bumi yang salah satunya adalah kedelai serta jagung.Dari hasil panen tersebut baik jagubg maupun kedelai akhirnya oleh masyarakat petani diolah menjadi beberapa makanan camilan .
Salah satu makanan camilan yang banyak digemari oleh masyarakat adalah kedelai godhog.Kedelai yang masih hijau tapi sudah berisi di cabut kemudian daunnya di ambil dan di ikat kemudian digodhog atau direbus beberapa saat sampai masak.Setelah masak kedelai tersebut di nginkan dan airnya dikeringkan.Nah kedelai yang sudah direbus tersebut siap dihidangkan untuk camilan bersama the manis maupun teh pahit.
Isinya yang kenyil-kenyil dan rasanya yang khas menyebabkan tidak puas-puasnya untuk terus memakannya  sampai habis.Selain murah ,praktis bagi para petani juga Insya Allah terbebas dari unsure kimia yang membahayakan tubuh kita ,terkecuali bagi yang punya penyakit asam urat memang harus membatasi agar asam uratnya tidak kambuh.
Bagi yang bukan petani pun bisa membeli kedelai godhog tersebut lewat ibu-ibu penjual makanan gendhongan yang sering berkeliling di kampong-kampung atau pun perkotaan.
Demikian makanan khas Gunungkidul karunia Allah SWT di musim penghujan ini ,semoga semakin menambah syukur kita kepada Allah SWT.

Hikmah :

“Siapa yang tidak sayang pada manusia, maka tidak akan disayang oleh Allah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, dan Bukhari)