Banyak orang tua yang kurang peduli terhadap anaknya sehingga secara tidak langsung kurang mendukung kesuksesan anaknya.Salah satu contohnya sewaktu penulis mengajar pada jam pertama secara umum dan acak penulis menanyakan kepada siswa tentang bangun pagi.

Dari sebagian yang penulis tanya secara acak maka sebagian besar mengatakan bahwa tadi bangun sekitar jam setengah enam ,ada yang jam enam bahkan ada yang jam enam lebih.Bila anak tersebut berada di sekolah ,maka sekolah dapat memaksa agar bangun lebih pagi dulu atau minimal bangun sebelum pelaksanaan sholat Subuh,tetapi karena pada jam-jam tersebut siswa berada di rumah maka otomatis yang bisa memaksa agar anak tersebut adalah orang tuanya.Ketika kami tanyakan apakah bapak atau ibu tidak membangunkan,kebanyakan mereka menjawab bahwa orangtuanya tidak membangunkan.

Melihat salah satu contoh realita di atas maka akan mengakibatkan kebiasaan anak bangun pagi akan banyak mengalami kendala.Padahal bangun pagi salah satu modal menjemput kesuksesan dengan kata lain bila ingin sukses biasakan bangun pagi atau kalau bangun pagi saja sulit maka jangan berharap akan menjemput kesuksesan.

Untuk itu bila kita menjadi orang tua maka diperlukan kepedulian dari yang sangat kecil seperti contoh kasus bangun pagi .Dengan kita peduli dan greteh maka Insya Allah anak kita akan membiasakan diri dengan kebiasaan -kebiasaan yang posistif yang akhirnya bisa menjadi perilaku anak-anak kita.Bukankah setiap kita menghendaki anak-anak kita sukses?