Salah satu masjid yang bangunannya megah tetapi sepi jama'ah sholat 5 waktu

Jumlah masjid di Gunungkidul setiap tahun bertambah seiring dengan kegiatan umat Islam merintis majelis-majelis ta’lim dan kegiatan lainnya.Dengan terbentuknya majelis’-majelis ta’lim tersebut maka akan tumbuh kegiatan pengajiandan akhirnya merintis tempat ibadah untuk umat Islam yaitu masjid.

Banyak lembaga dakwah dan organisasi keagamaan baik nasional maupun internasional yang menyambut baik pendirian tempat ibadah atau masjid tersebut.Banyak doatur dari Negara-negara Timur Tengah yang mengucurkan dananya ke daerah-daerah Gunungkidul yang belum ada masjidnya.Dan sampai saat tulisan ini dibuat sudah ribuan masjid berdiri di Gunungkidul baik di dusun –dusun maupun di desa –desa pelosok Gunungkidul.

Dalam perkembangannya jumlah masjid yang banyak tersebut umat Islam belum memanfaatkan sarana ibadah secara maksimal.Jama’ah sholat lima waktu belum optimal bahkan adzan sholat lima waku masih banyak masjid yang lowong adzannya.Kegiatan pengajian mingguan dan sholat Jum’at  belum bisa berjalan secara rutin dan istiqomah.
Kendala umum yang dikeluhkan oleh sebagian tokoh masyarakat yang sekaligus tokoh agama adalah kurangnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam bidang agama Islam.Banyak masjid yang Imam khotibnya terbatas dengan kemampuan keilmuan yang terbatas pula.Dengan keterbatasan SDM tersebut maka amat sangat wajar bila kegiatan keagamaan banyak yang macet.

Dengan melihat kendala-kendala tersebut  instansi-instansi yang terkait yang ada hubungannya dengan ke-Masjidan baik pemerintah maupun lembaga keagamaan diharapkan mampu member solusinya.Program fisik seperti  pembangunan masjid  harus sudah diimbangi dengan program peningkatan SDM pengelolanya atau  pengiriman SDM untuk membiana jama’ah-jamah masjid tersebut.

Dana yang saat ini dialokasikanpun sebaiknya sudah harus mulai diarahkan untuk peningkatan SDM seperti pelatihan Imam khotib sholat Jum’at, peningkatan Ustazd-Ustadzah TPA ,peningkatan SDM guru ngaji dan sebagainya.Begitu juga stimulan kepada guru –guru agama dan Ustazd-ustazdah yang ada perlu diperhatikan,sebab mereka saat ini bekerja dengan mengorbankan waktu dan tenaga tetapi imbalan untuk sekedar transport dan sebagainya belum ada yang memikirkan.

Dengan adanya pehatian kepada pengelola kegiatan masjid seperti guru ngaji atau ustazda-ustazdah TPA tersebut maka Insya Allah akan meningkatkan kegiatan-kegiatan masjid –masjid yang ada di Gunungkidul sehingga masjid-masjid tersebut akan lebih makmur dan lebih terlihat kegiatan keagamaanya.

Hikmah:

“Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya”. (HR. Bukhari