Gb.Truk Pengangkut Palstik bekas

Persaingan hidup yang semakin keras , lapangan kerja formal yang tidak seimbang dengan jumlah tenaga kerja serta kebutuhan hidup yang semakin besar enyebabkan kita harus berjuang keras untuk menapaki hidup ini.Pengangguran yang meningkat tajam setiap tahunnya ,tidak semata-mata karena lapangan kerja tetapi sikap mental dari penganggur tersebut yang perlu diluruskan.
Lapangan kerja formal memang sangat terbatas tetapi lapangn kerja non formal masih terbentang luas di sekitar kita.Hanya mental-mental priyayi yang perlu kita singkirkan jauh-jauh dari diri kita.Mental PRIYAYI yang banyak menghambat tumbuhnya lapangan kerja baru saat ini.Pada hal Allah menjamin setiap makhluk_NYA yang bernyawa pasti akan diberi rezeki oleh-NYA asal mau berusaha.
Seperti yang terlihat pada gambar di samping ini ,sebuah truk mengangkut sampah palstik yang akan didaur ulang lagi.Sekilas memang hanya terlihat TRUK pengangkut sampah plastic saja ,tetapi bila kita telusur makasangat banyak lapangan kerja yang diserap oleh gambar tersebut.
Lapangan kerja yang pertama yang bisa kita dapatkan dari gambar tersebut adalah pengumpul-pengumpul plastic bekas ,kemudian pengepulnya dan tenaga untuk menaikkannya .Sopir truk dan kondekturnya juga lapangan kerja tersendiri.Setelah sampah plastic tersebut diturunkan ke pabrik daur ulang maka tenaga kerja yang mengolah sampah plastic tersebut juga lapangan kerja yang sangat luas.
Hasl daur ulang sampah plastic yang berupa ember plastic ,tempat sampah pot-pot bunga an sebagainya menjadikan penjual dari produk tersebut diperlukan agar barang-barang tersebut bisa terjual ke masyarakat.
Nah dari sekilas gambar tadi ternyata sudah banyak komponen yang memerlukan tenaga alias menambah lapangan kerja,Lalu mengapa menjai penganggur?….Allah melihat kita dari ketaqwaannya bukan dari halus kasarnya pekerjaan kita.Walaupun pekerjaan itu halus bergengsi tetapu kemudian menjadi ajang korupsi maka sangat hida baik dihadapan Allah maupun dihadapan manusia.

Hikmah :

Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata. ( Q.S. Saba’ayat 24 )