Gb.Bangunan yang rusak dan dibiarkan mangkrak begitu saja

Gb.Gedung yang kurang terawat kebersihannya

Pantai Sundak Tepus Gunungkidul merupakan salah satu tempat wisata di Gunungkidul yang banyk dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik dari luar daerah.Pantai denga pasir putih yang luas dan memanjang bisa untuk berbagai kegiatan baik bila voly pantai ,sepakbola pantai arena bermain bagi anak-anak maupun permainan yang lain.
Halaman di sekitar pendopo juga bisa untuk out bond dan permaian yang lain begitu juga perkemahan bisa dilaksanakan di pantai ini.
Sayang dari fasilitas -fasilitas yang ada sebagian sepertinya kurang terawat bahkan terkesan dibiarkan begitu saja .Salah satunya adalah rumah yang dahulu dipakai untuk mandi ,buang air dan memasak bila mengadakan kegiatan perkemahan dipantai ini.Rumah ini sekarang tinggal puing-puing temboknya saja dengan rumput yang memenuhi bagian dalam ruangnnya.
Begitu juga pendopo terlihat kumuh dan tidak terawat.Padahal bila bangunan tersebut tetap terawat bisa menjadi akses tersendiri bagi dinas pariwisata karena selain terlihat bersih juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan MCK dan memasak bila kita ingin mengadakan kegiatan di lokasi tersebut.
Begitu juga bangunan di dekat tempat parkir bus-bus wisata ,ada banguan yang tinggal puing-uing atau temboknya saja.,padahal dahulunya bangunan itu bisa untuk menginap para pengunjung yang ada.
Berapa biaya untuk membangun bangunan-bangunan tersebut,tentu membutuhkan dana yang sangat besar tetapi ternyata rusak karena kurang perawatan dan sebagainya.
Bila nantinya bangunan tersebut tidak bisa dimanfaatkan kembali lebih baik digempur saja agar tidak merusak pemandangan.Syukur bila masih bisa diperbaii.
Untukn perawatan bila sekiranya pihak yang terkait tidak bisa memliahar karena berbagaihal maka bangunan itu bisa diswastakan saja dalam arti diserahkan ke swasta dan dinas terkait tinggal menerima sewanya saja.
Semoga pihak yang terkait memperhatikan masalah ini.

Hikmah :

”Do’a yang diucapkan antara azan dan iqomat tidak ditolak (oleh Allah)”. (HR. Ahmad)