Gb.Salah satu petani membawa hasil tanaman petai dari ladangnya

Gunungkidul yang merupakan daerah pegunungan dan tandus serta kering di musimkemarau ternyata potensial terhadap tanaman-tanaman keras penghasil sayuran seperti petai dan sebagainya.Tanaman petai yang merupakan tanaman keras dan bisa hidup dalam kurun waktu yang panjang serta tahan terhadap kekurangan air bisa dikembangkan di Gunungkidul.

Masih banyak lahan kosong khususnya di pesisisr selatan yang belum dimaksimalkan untuk tanaman yang bisa menghasilkan atau prodktif dan ini menjadi peluang siapa saja terutama pemilik lahan dan dinas pertanian atau yang terkai untuk membeikan penyuluhan tentang potensi tanaman petai di Gunungkidul.

Salah satu daerah yang sebagian kecil penduduknya sudah mengembangkan petai adalan kelurahan Sumberwungu kecamatan Tepus .Sebagian penduduknya sudah ada yang mengembangkan tanaman tersebut dan pada musim kemaru tanaman petai masih tetap bisa hidup dan berbuah.Dengan berbuahnya tanaman tersebut pada musim kemarau maka menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat dan bisa untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Tanaman petai yang bisa ditanam dipinggiran atau Galengan ( Jawa ) tidak banyak menghambat para petani untuk menanam palawija disekitarnya.

Buah petai yang sudah dipanenpun penjualannya tidak terlalu sulit karena para pedagang siap untuk membeli dan dipasarkan di pasar-pasar yang ada di Gunungkidul .Pedagang luar daerahpun sangat mudah untuk membelinya karena kebutuhan petai di luar Gunungkidul juga sangat banyak.

Dengan melihat potensi lahan dan produktifnya tanaman petai tersebut maka alangkah baiknya bila masyarakat Gunungkidul di sarankan untuk membudidayakan tanaman petai selain untum reboisasi juga menambah penghasilan keluarga.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)