Slogan dalam Baliho di perempatan sebelah timur JEC Yogyakarta yang dikeluarkan oleh BKKBN salah satu tulisannya adalah “Dua Anak Pasti Lebih Baik”menurut hemat saya tidak pas bagi seorang muslim yang ber-Iman.

Pertama kata “pasti “berarti mendahului kehendak Allah SWT,sebab apa saja yang terjadi baik pada manusia ,hewan atau tumbuhan semuanya atas izin Allah SWT.Bila Allah SWT mengijinkan maka terjadilah tetapi bila Allah tidak mengijinkan maka walaupun seluruh makhluk menghendaki maka tetap tidak akan terjadi.

Selain itu pengertian “Dua Anak Pasti lebih baik “mengandung konotasi bahwa satu anak atau anak yang lebih dari dua kurang baik .Menuru pengamatan saya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa dua anak lebih baik daripada tiga anak atau empat anak dan seterusnya.Secara hitungan materi memang kebutuhan 2 anak lebih ringan dibandingkan 3 anakdan seterusnya,tetapi materi bukan satu-satumyatolok ukur keberhasilan anak apalagi bila di tinjau dari segi akhlak serta moral agama.Dua anakpun bila pendidikan agama tidak diperhatikan maka hasilnya hanya menjadikan anak yang kurang secara moral dan aklaknya,malah bisa-bisa menjadi anak manja karena semua apa yang diminta tanpa terkecuali selalu dituruti oleh orangtuanya.

Anak yang lebih dari dua bila sejak kecil diperhatikan pendidikan agamanya maka Insya Allah akan menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Walaupun secara materi memang untuk harta yang sama bila dibagi menjadi tiga atau lebih mendapatkan baian yang sedikit,tetapi dengan pendidikan yang baik maka harta yang sedikit tersebut bisa mencukupi bila disyukuri.Selain itu anak akan berlatih empati terhadap saudaranya karena saudaranya tiga atau empat dan sebagainya.

Betapa banyak anak tunggal atau dua bersaudara yang tumbuh menjadi anak manja serta sulit diatur,tetapi tidak sedikit anak dengan saudara 3 bahkan lebih akhirnya menjadi anak yang sholeh dan sholihah.

Dengan melihat beberapa pertimbangan tersebut bila kita seorang Muslim yang berIman maka tidak perlu takut dan kuatir terhadap rezeki dari Allah SWT yang berupa keturunan,asal pendidikan agama diperhatikan sejak kecil serta kita gigih menjemput rezeki dari Allah SWT sesuai dengan kemampun kita masing-masing.