Gb.Daun Bambu kering makanan ternak saat musim kemarau di Gunungkidul

Gb.Batang pisang dicacah untuk makanan sapi

Musim kemarau yang sudah berjalan beberapa bulan sampai bulan September 2011 menjadikan hijauan makanan yang dimiliki petani dan peternak Gunungkidul menjadi langka.Rumput Kolonjono dan daun Turi yang biasanya menjadi andalan petani peternak  saat ini menjadi langka bahkan tidak ada.Hama tanaman Turi salah satu penyebabnya menjadikan daun Turi menjadi rontok dan banyak yang mati.

Bila hijauan dengan cara membeli maka menjadikan pengeluaran peternak menjadi berlipat ganda karena mahalnya makanan ternak tersebut. Satu ikat kecil pohon jagung seharga sepuluh ribu rupiah dan satu ekor sapi agar kenyang bisa menghabiskan 3 ikat pohon jagung .

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka banyak para peternak dan petani  dengan cara  mencari daun bambu  kering yang sudah rontok dari batangnya kemudian dikumpulkan dengan sapu dan diberikan pada sapi miliknya.Selain itu batang pisang atau batang pohon papaya dicacah kecil-kecil kemudian diberikan pada ternak mereka.Bahkan ada beberapa penduduk di dusun Soka Wunung mencari batang atau bonggol rumput kolonjono sampai ke luar desa hanya sekedar untuk mencari makanan ternak mereka.Bonggol kolonjono tersebut kemudian di cacah atau dihaluskan dan selanjutnya diberikan pada ternaknya.

Karena tiadanya makanan hijauan maka mau tidak mau sapi tersebut akan memakannya sekedar untuk bertahan hidup sampai musim penghujan tiba.Semoga musim penghujan segera tiba sehingga hijauan makanan ternak segera tersedia kembali di Gunungkidul.

Hikmah:

“Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya”. (HR. Bukhari).