Mencari anak muda yang mau aktif di masjid untuk daerah-daerah di Gunungkidul saat ini merupakan kegiatan yang sangat sulit khususnya di daerah Gunungkidul.Beberapa masjid bahkan muadzinnya setiap saat terdengar suara parau karena usia sang muadzin sudah sangat sepuh.Kegiatan kebanyakan anak muda yang mengaku beragama Islam lebih banyak duduk-duduk di tepi jalan atau di gardu sambil bermain atau memainkan HP miliknya.

Banyak bangunan masjid yang fisiknya lumayan bagus tetapi jama’ahnya sudah tua-tua atau bahkan sangat sedikit jama’ahnya dan bahkan belum tentu di masjid tersebut terdengar adzan sholat 5 waktu.Beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah banyak mengeluhkan sulitnya mencari anak-anak muda untuk membinan TPA bagi adik-adiknya atau bahkan untuk mengumandangkan adzan sekalipun.Ada suatu masjid yang dahulunya merupakan dusun santri saat ini tokoh-tokohnya sampai mengumumkan anak-anak muda untuk di gaji agar mau membina santri-santri TPA.

Bagi para pembaca yang budiman khususnya tokoh-tokoh agama mari hal ini menjadi keprihatinan kita bersama ,siapa yang akan meneruskan kita berdakwah nanti,yang akan mengurus TPA yang akan mengumandangkan adzan sholat 5 waktu.Sisihkan dana untuk mencari kader-kader masjid yang mau mengisi Rumah Allah tersebut dimasa datang.Jangan habiskan dana yang ada hanya untuk fisik belaka.Jangan sampai masjid kita di Gunungkidul menjadi  musium seperti masjid di CORDOVA Spanyol .

Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita agar tetap Istiqomah dalam menggerakkan dakwah di lingkungan kita dan Gunungkidul pada umumnya. Amien