Menjadi pejabat dengan penghasilan besar banyak ditemukan di Indonesia. Penghasilan yang besar tersebut setelah diinvestasikan di bank biasanya juga diinvestasikan berupa rumah –rumah yang besar.

Rumah yang besar dan bagus  memang menjadi idaman bagi siapa saja ,bagi yang belum punya pun memandang rumah yang bagus dan besar apalagi mewah sudah merupakan pemandangan yang “menyejukkan” apalagi bagi yang setiap hari menjadi penghuninya.

Selain sebagai investasi ,dan juga enak dipandang maka rumah yang besar dan bagus akan mengangkat status social bagi pemilik dan penghuninya,sehingga setiap orang berlomba-lomba untuk memoles dan memperbesar rumahnya.

Dengan berjalannya waktu maka anak-anak sang pejabat tersebut  menikah kemudian mandiri dan memiliki rumah sendiri sendiri dan tinggallah sang pejabat tersebut berdua dengan istrinya.Hari-hari tua dilalui berdua sampai malaikat pencabut nyawa menjemput pejabat tersebut berdua secara bergiliran.Akhirnya suami istri pejabat tersebut wafat mengahdap Sang Maha Kuasa dan tinggallah rumah besar dan mewah  di dunia.Karena putra-putrinya sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri maka rumah pejabat tersebut teronggok begitu saja tanpa penghuni dan jadilah rumah kosong yang mungkin sudah dihuni oleh JIN di dalamnya sehingga rumah yang harganya ratusan juta tidak terawat dan men jadi rumah hantu yang menakutkan.Padahal untuk membangunya menghabiskan dada sampai ratusan juta rupiah bahkan milyaran .

Kasus semacam ini banyak kita lihat dibeberapa tempat di Indonesia  ,maka bila kita menjadi pejabat dengan kekayaan sampai ratusan juta bahkan milyaran akan lebih bermanfaat bila sebelum kita dijemput malaikan maut , menginfakkan sebagian kekayaan kita pada fakir miskin dan anak-anak yatim piatu yang banyak ditemui di Negara kita tercinta.

Hikmah:

“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)