Gb.Kota Yogy akarta terlihat samar-samar dari atas Bukita Patuk

G

Bukit Patuk Gunungkidul merupakan salah satu tempat yang indah untuk menikmati alam ciptaan Allah SWT sambil istirahat setelah melakukan perjalanan.Bukit yang terletak diperbatasan antara Gunungkidul dan kabupaten Bantul tersebut  terletak sekitar  20 Km dari kota Yogyakarta atau 20 km dari kota Wonosari yang merupakan  ibukota kabupaten Gunungkidul.

Bila kita melakukan perjalanan ke Gunungkidul dari arah Yogyakarta maka setelah melewati Piyungan Bantul  maka akan dimulai perjalanan yang menanjak dan berkelok-kelok menuju Gunungkidul.Sekitar 3 km akan melewati tanjakan dan dipertengahannya kita bisa melihat di sebelah kanan kita pemandangan persawahan yang hijau dan secara samar-samar kota Yogyakarta dari kejauhan bisa kita lihat.Bila mau istirahat maka harus berbelok ke kanan dan melawan arus kendaraan yang berasal dari Wonosari.Maka menikmati pemandangan bukit Patuk ini akan terasa nyaman bila kita melakukan perjalanan kembali dari arah Wonosari menuju Yogyakarta ,karena kita tinggal menepi di depan rumah makan atau kios-kios minuman kelapa muda yang ada.

Sambil menikmati es Kelapa Muda yang harganya sangat terjangkau kita bisa melihat panorama yang indah dibawah kita berupa hamparan sawah yang luas, kota Yogyakarta dari kejauhan serta gagahnya gunung Merapi di sebelah Barat Daya.

Ditempat inipun berdiri penginapan dan rumah makan yang berderet-deret yang siap melayani para wisatawan baik domestic maupun wisatawan asing.

Silahkan bila kita sehabis mengunjungi tempat rekresi di Gunungkidul seperti pantai Baron,pantai Kukup dan sebagainya setelah sampai di bukit Patuk untuk istirahat lima sampai sepuluh menit sambil menikmati es kelapa muda dan panorama yang indah ciptaan Allah SWT.Insya Allah pikiran dan fisik kita akan fres kembali dan sampai di rumah kita membawa kenangan tersendiri khususnya perjalanan ke Gunungkidul.

Hikmah :

“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa.” (HR. Al Hakim)