Gb. Goa Pindul (Sumber :abangarnes.blogspot.com)

i Goa Pindul merupakan salah satu goa di Gunungkdiul yang terletak di desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo kabupaten Gunungkidul .Dari ibukota kabupaten Gunungkidul Wonosari berjarak sekitar 7 km atau 46 km dari Yogyakata.

Bila kita dari arah Yogyakarta maka sampai di simpang lima Siyonoharjo ( kuranglebih km 36 dari arah Yogya ) kita belok ke kiri melewati jalan ringroad utara- perempatan bangjo Budegan  terus ekmudian belok ke kiri menuju Bejiharjo Karang mojo.

Sebelum masuk ke lokasi goa Pindul kita akan melewati area persawahan dan hutan Gelaran yang sering dipakai untuk area perkemahan.Dari area perkemahan hutan Gelaran kita belok ke kanan menuju lokasi Goa Pindul melewati jalan batu putih .

Goa Pindul merupakan Goa mendatar atau Horisontal sepanjang kurang lebih 325 meter dan di bawahnya mengalir sungai  yang jernih airnya di musim kemarau.Bila kita memasuki goa makan kita bisa melihat keindahan setalaktit dan stalakmit di dalam goa sambil menyususri sungai di dalam goa.Penyusuran dari ujung ke ujung sambil menikmati keindahan stalaktik dan stalaknit akan memakan waktu sekitar lima puluh menit sampai satu jam.

Pengelola goa Pindul yang sekaligus Pengelola Desa Wisata Bejiharjo menyediakan peralatan pengaman masuk goa,pemandu witasa serta sajian kuliner  baik Bakso maupun the Rosella dengan harga tiket Rp. 30.000 / orang ( tahun 2011).Saat ini (tahun 2011) dikelola oleh mas Subagyo dengan nomor HP 081 227 923 007.Bagi para pengunjung yang akan menikmati keindahan goa Pindul silahkan menghubungi mas Subagyo terlebih dahulu agar disediakan peralatan dan servis yang maksimal sehinggga kita dapat menikmati Goa Pindul ciptaan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

Setelah menikmati goa Pindul kita dapat menuju hutan Gelaran sambil menikmati sumber aiar dan sungai dibawahnya serta area persawahan dan kolam tempat memancing yang disewakan untuk umum.

Silahkan nikmati Wisata Petualangan di Goa Pindul dan hutan Gelaran di Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul Yogyakarta.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)