Gb. Bukit Pathuk di Lihat dari kota Piyungan Bantul Yogyakarta

Gb.Gunung Berapi Purba di NGlanggeran

Gunungkidul dengan pegunungan seribunya  saat ini mempunyai kekayaan alam yang sangat banyak.

Pantai yang bertebaran disepanjang laut selatan mulai dari pantai Ngobaran ,pantai NGrenehan pantai Siung ,pantai Baron,pantai Kukup pantai Drini pantai Kerakal ,Wedi omo serta pelabuhan Sadeng  menjadi wisata yang sangat potensi untuk dikelola menjadi wisata kuliner dan bisa dikembangkan dengan penginapan fasilitas lainnya.

Wisata Goa pun tidak kalah banyaknya mulai dari Goa Rancang di Bleberan Playen,Goa Pindul di Gelaran Bejiharjo Karangmojo ,Goa  KaliSuci di Semanu,Goa Ngrongrong di Mulo Wonosari .Luweng Semurup di Giring Paliyan dan sebagainya.Goa Langse yan berada di bibir pantai berada di kecamatan GiriPurwo Gunungkidul.

Gb.Pantai Drini

Wisata Gunung bisa di nikmati mulai dari Bukit Pathuk dengan melihat pemandangan dibawahnya daerah Ngarai Piyungan ,Kota Yogyakarta dan gunung Merapi bisa dinikmati dari bukit Pathuk Gunungkidu,sedangkan di sebelah timur pemandangan gunung Gambar  dari atasnya kita bisa menikmati pemanangan persawahan di Klaten dan sekitarnya.

Wisata Hutan pun bisa kita nikmati mulai dari hutan Bunder dengan Reat Area nya ,Hutan Wonogomo  yang merupakan hutan pendidikan milik Universitas Gajah Mada Yogyakarta.Air terjun Slempret yang berdekatan dengan Goa Rancang dengan sungi  OYO menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang melihatnya.

Wisata-wisata alam tersebut bila dikelola dengan baik akan menjadi wisata petualangan bagi pecinta alam  baik dari daerah Yogyakarta maupun dari luar DI Yogyakarta.Dengan banyaknya wisatawan maka akan menghidupkan roda perekonomian baik sebagai penjual makanan maupun minuman serta kerajinan daerah untuk cendera mata dan oleh-oleh bagi pengunjunga.

Mari kita masyarakatkan wisata alam di Gunungkidul untuk pengenalan daerah, meningkatkan ekonomi warga, serta menambah lapangan kerja.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)