Dunia pendidikan menghadapi pekerjaan baru yaitu melawan pornografi yang berkembang di kalangan siswa.Dengan berkembangnya teknologi informasi di dunia maya kita sebagai pendidik tidak bisa melarang anak-anak mengakses  teknologi informasi tersebut.S

Sekolah memang bisa membuat aturan dengan tidak memperbolehkannya siswa membawa HP ,tetapi itu hanya bisa dilaksanakan pada jam-jam sekolah,tetapi bila sudah keluar dari halaman sekolah dan kembali ke keluarga dan lingkungannya maka Hand phone  tersebut akan menjadi teman sehari hari bahakan sampai ke WC atau tidurpun Hand Phone itu dipegangnya.Yang tidak mempunyai HP untuk mengakses informasi internet sekarang ini sudah bertebaran Warung Internet sampai di pelosok-pelosok dengan tarif yang lumayan murah seribu rupiah perjam.Dengan seribu rupiah sudah bisa mengakses selama satu jam informasi yang mereka inginkan dan bila secara iseng mereka buka situs porno akan mengakibatkan ketagihan dan kecanduan.

Efek dari seringnya mengakses pornografi maka mereka akan mencadi kecanduan dan bila mental agama kurang kuat timbul dorongan untuk mencobanya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pemerintah belum peka menangani pornografi dan pornoaksi. Padahal, bahaya akibat pornografi telah menjangkit lapisan masyarakat tanpa memandang usia. Hal ini diungkapkan oleh Ketua MUI, Ma’ruf Amin. Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, mengatakan hal sama.

Perlu peran pemerintah dan masyarakat yang lebih besar dalam menangkal situs porno.
“Selama ini, upaya menangkal pornografi hanya dibebankan kepada operator telekomunikasi,” kata Direktur IT dan Suplay Telkom, Indra Utoyo,.Pemerintah perlu merekrut banyak orang yang khusus memantau situs dan konten porno, seperti yang dilakukan Pemerintah China. “Mungkin di kementerian sudah ada tapi orangnya tidak banyak,” kata Indra.
Selain itu pihak kepolisian bisa membentuk satuan pengkal pornografi atau satuan Cyber Porno sehingga bisa memblokir situs-situs porno yang bergentayangan di dunia maya.

Di Amerika Serikat,Negara yang menganut faham sekuler saja mempunyai 6 UU yang mengatur tentang pornografi anak berikut sanksi tegas dari pemerintah

China yang berfaham komunis juga tidak kalah gencarnya memerangi pornografi , baru-baru ini dikabarkan kepolisian China tahun ini telah menahan sekitar 3.470 orang untuk pemberantasan pornografi online. Mereka juga telah menutup ribuan situs porno. Demikian pernyataan media nasional China  XinHua, mengutip dari Departemen Keamanan Publik, lebih dari 1,25 juta item online yang berbau mesum dan hampir 7.000 situs porno telah disingkirkan dari jaringan di China tahun ini. “Polisi juga telah mengusut lebih dari 3.500 kasus asusila,” menurut Xinhua.

Negara kita yang katanya Negara yang berdasarkan Pancasila yang salah satunya Ketuhanan yang Maha Esa ,sebaiknya lebih gencar memerangi pornografi dibandingkan Negara Negara yang berpaham sekuler atau kominis.

Pemerintah yang punya kekuasaan dan kewenangan lewat Kepolisian sebaiknya bertindak lebih baik untuk menanggulangi berkembangnya Pornografi yang akan menghancurkan moral generasi muda kita.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)