Penggunaan uang Dollar saat ini yang dipakai menjadi acuan alat tukar sedunia,rasa-rasanya kurang adil,sebab di satu sisi negara-negara yang tidak boleh memproduksi uang tersebut tidak bisa menggunakan mata uangnya untuk transaksi pembelian  dan harus sekuat tenaga untuk mendapatkan mata uang Dollar .Disisi yang lain negara yang memproduksi uang Dollar tersebut bisa memproduksi uangnya semau mereka sendiri karena bahan pembuatan uang tersebut hanya terbuat dari kertas selain itu siapa yang bisa mengontrol berapa jumlah uang Dollar yang mereka produksi.Tidak ada negara lain yang bisa mengontrolnya.

Dengan menggunakan uang Dinar yang bahan baku uang tersebut dari emas maka nilai uang tersebut sebesar berat emas yang dikandungnya, sehingga berinvestasi dengan uang Dinar bisa untuk investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang .Investasi ini  bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus direpotkan oleh harga bursa efek dan sebagainya.

Sebaliknya berinvestasi dengan uang Dollar yang harganya tidak tentu atau fluktuasi bisa naik atau turun menyebabkan kita atau siapa saja yang berinvestasi tidak merasa tenang sebab harga uang dollar tersebut bisa naik turun selain itu bahan uangnya sendiri hanya berasal dari kertas.

Dengan melihat kelebihan uang Dinar dibandingkan dengan uang Dollar yang saat ini dipakai untuk standar dunia ,maka penggunaan uang Dinar Insya Allah akan lebih menjamin harga uang Dinar tersebut baik jangka panjang maupun jangka pendekBagi pembaca yang ingin mengetahui secara tuntas maslah uang Dinar bisa membacanya di :

Judul buku: Thik Dinar

Penulis        : Endy J.Kurniawan

Penerbit     : Asma Nada Publishing House ,Depok

Cetakan       : Pertama ,Desember 2010

Insya Allah  dengan membaca buku tersebut akan menambah wawasan kita dalam penggunaan uang Dinar sehingga jangka pendek maupun jangka panjang solusi ketidak adilan dunia tentang penggunaan uang Dollar bisa teratasi.

Hikmah:

“Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya”. (HR. Bukhari).